KKR Wamena Bermazmur Jadi Momentum Persatuan dan Pemulihan Masyarakat Kabupaten Jayawijaya

Wamena - Pemerintah Kabupaten Jayawijaya berharap pelaksanaan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Wamena Bermazmur selama tujuh hari menjadi momentum penting bagi persatuan, pemulihan dan pembaruan kehidupan masyarakat di Wamena.

Kegiatan yang digagas Pemerintah Kabupaten Jayawijaya bersama PGGJ dilaksanakan secara terbuka dan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, TNI-Polri, ASN, tokoh agama, wartawan hingga masyarakat umum.

Bupati Jayawijaya saat memberikan sambutannya di Pembukaan KKR hari pertama di Halaman Kantor Bupati Jayawijaya, Senin 7 september 2026.

Foto : Kominfo Jayawijaya

Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H., M.H., mengatakan KKR Wamena Bermazmur tidak boleh dipandang sebagai kegiatan milik kelompok atau denominasi gereja tertentu, melainkan menjadi ruang bersama bagi seluruh masyarakat untuk memuji dan memuliakan Tuhan.

“Segala yang bernapas, siapa pun jabatan dan tugasnya, mari bersama-sama memuji Tuhan selama tujuh hari ini,” ujar Atenius saat membuka rangkaian kegiatan KKR Wamena Bermazmur, Senin (7/9/2026).

Bupati juga mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya untuk mengambil bagian aktif dalam rangkaian kegiatan tersebut melalui pujian, penyembahan maupun pelayanan.

Menurutnya, keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kebersamaan dan memperkuat kehidupan sosial masyarakat.

Atenius berharap pemulihan yang dihadirkan melalui KKR dimulai dari kehidupan pribadi setiap orang, kemudian berlanjut kepada keluarga dan akhirnya memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat serta pembangunan daerah.

“Tidak ada perbedaan. Kita semua bersatu dalam kebersamaan untuk memuji Tuhan. Yang datang, mari menikmati hadirat Tuhan dan menerima kelegaan serta pemulihan,” katanya.

*Pemprov Papua Pegunungan Dukung KKR Wamena Bermazmur*

Dukungan terhadap pelaksanaan KKR Wamena Bermazmur juga disampaikan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Papua Pegunungan, Bapak Elai Giban, S.E., MM.”, yang mewakili Gubernur Papua Pegunungan, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jayawijaya atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurut Elai, KKR Wamena Bermazmur merupakan momentum penting untuk memperkuat iman sekaligus mendorong pemulihan kehidupan masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung apa yang telah digagas Pemerintah Kabupaten Jayawijaya. Harapan kami, kegiatan serupa juga dapat dilaksanakan di tujuh kabupaten lainnya di Papua Pegunungan,” ujarnya.

Ia menilai penguatan iman tidak dapat dilakukan oleh gereja sendiri, tetapi membutuhkan keterlibatan pemerintah, ASN, gereja, tokoh adat dan seluruh masyarakat.

Penguatan iman, kata dia, diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk mencegah berbagai tindakan negatif yang dapat merugikan masyarakat maupun daerah.

“Penginjilan tidak hanya dilakukan di daerah baru, tetapi juga di lingkungan kita sendiri. Yang penting adalah penguatan iman kepada seluruh umat agar tidak melakukan hal-hal negatif yang merugikan orang lain maupun diri sendiri,” katanya.

Puji-pujian di KKR Wamena Bermazmur

Foto : Kominfo Jayawijawijaya

*Pdt. Dorman Wandikbo: Papua Pegunungan sebagai Kota Pujian*

Sementara itu, Pdt. Dorman Wandikbo, S.Th., selaku pengkhotbah pada pembukaan KKR Wamena Bermazmur, memberikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang menyelenggarakan kegiatan tersebut secara terbuka di halaman Kantor Bupati Jayawijaya.

Menurut Pdt. Dorman, penyelenggaraan KKR di ruang terbuka merupakan sebuah langkah yang luar biasa karena pemerintah memberikan ruang bagi masyarakat untuk bersama-sama memuji dan memuliakan Tuhan.

Ia menilai kegiatan tersebut bukan hanya menjadi berkat bagi masyarakat, tetapi juga bagi pemerintah daerah yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan kerohanian tersebut.

Pdt. Dorman turut mengapresiasi kerja sama berbagai pihak, khususnya PGGP, PGGJ, FKUB dan panitia, yang mampu mempersiapkan pelaksanaan KKR dalam waktu relatif singkat.

Ia menyebut Papua Pegunungan, khususnya Wamena, sebagai “kota pujian”, dan berharap semangat memuji Tuhan melalui KKR tersebut dapat terus hidup di tengah masyarakat.

Menurutnya, pemulihan kehidupan masyarakat harus berjalan seiring dengan penguatan iman dan pengajaran yang berkesinambungan.

“Dengan pemulihan ini, kita berharap kehidupan masyarakat akan semakin baik. Apa yang telah ditanamkan oleh orang-orang tua kita yang lebih dahulu menerima Injil perlu terus dipelihara melalui pengajaran dan penguatan iman,” ujarnya.

Ia berharap KKR Wamena Bermazmur tidak berhenti sebagai sebuah kegiatan selama tujuh hari, tetapi meninggalkan dampak nyata dalam kehidupan masyarakat, keluarga, gereja dan pemerintahan.

Dengan keterlibatan lintas elemen dan denominasi gereja, KKR Wamena Bermazmur diharapkan menjadi ruang bersama untuk memperkuat persaudaraan, membangun kedamaian serta menghadirkan semangat pemulihan bagi Wamena dan Papua Pegunungan. (Agris Wistrijaya/Martina Matuan)

    Cari Berita

    Pengumuman

    PENGUMUMAN BUPATI JAYAWIJAYA PENETAPAN KELULUSAN FORMASI 2024 KABUPATEN JAYAWIJAYA

    Siaran Pers Pendaftaran CPNS Dibuka Mulai 20 Agustus 2024 Pukul 17.08.45 WIB

    Pengumuman Seleksi Penerimaan CPNS Kab. Jayawijaya TA. 2024

    PENGUMUMAN HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PPPK 2023

    PENGUMUMAN PENERIMAAN PPPK JF GURU DAN TENAGA KESEHATAN KABUPATEN JAYAWIJAYA TA. 2023

    Perubahan Penetapan Hari Libur dan Cuti Bersama dalam Rangka Hari Raya Natal Tahun 2018 dan Tahun Baru 2019

    top