Shelter Penanggulangan AIDS KPA Jayawijaya Ditinjau Bupati dan Wakil Jayawijaya

WAMENA – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jayawijaya memastikan telah menyiapkan shelter untuk menampung pasien HIV/AIDS yang kondisinya menurun, untuk nantinya mendapat perawatan dan diajak kembali untuk mengkonsumsi obat ARV agar kembali memiliki harapan untuk hidup lagi dan bisa beraktifitas seperti biasa.

Penyediaan Shelter tersebut dilihat langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya, saat meninjau kantor Komisi Penanggulangan AIDS (KPA Kabupaten Jayawijaya di Jalan Pikhe Wamena sekaligus menyerahkan serahkan dana hibah PMT ke 18 Puskesmas dan LSM.

Bupati Athenius Murib,SH, MH mengatakan, kunjungan itu dilakukan untuk menghidupkan kembali aktivitas kantor KPU yang telah vakum beberapa waktu lalu dan mendorong berbagai kegiatan penanggulangan HIV/AIDS di Jayawijaya melalui kepengurusan KPA baru yang diketuai Tonius Wenda bisa berjalan kembali.

“Tahun ini kami pemerintah mengatur kepengurusan baru dibawa kepemimpinan saudara Tonius Wenda dan kawan – kawan, melibatkan semua LSM, dinas kesehatan, perawat, susteran (biarawati) yang punya kepedulian terhadap masa depan generasi Jayawijaya” ungkapnya Senin (13/7) kemarin.

Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH dan Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP saat meninjau Shelter Penanggulangan AIDS yang sengaja dibangun KPA Jayawijaya dalam memprioritaskan penanganan ODHA. Senin (13/7/2026).

Foto : Istimewa

Dikatakan, melalui kepengurusan baru tersebut, mulai menata kembali kegiatan penanggulangan HIV/AIDS di Jayawijaya sejak 3 bulan lalu. Penanggulangan AIDS harus prioritas meskipun Pemkab Jayawijaya belum melakukan banyak hal tentang penanggulangan AIDS, namun akan tetap memberikan support.

“Dengan segala keterbatasan yang ada kami mensupport gerakan ini dan teman – teman yang ada di lapangan terus memberikan harapan hidup melalui melalui pengobatan ataupun edukasi, bagaimana pembinaan ataupun konsumsi obat yang membuat mereka (ODHA) bertahan hidup” Katanya.

Bupati juga memerintahkan ketua KPA dan pengurus untuk segerah bergerak di lapangan untuk melakukan pendataan maupun upaya penanggulangan AIDS di Jayawijaya, sebab, pemerintah menginginkan data yang benar, kalau memang di Jayawijaya ini banyak sekali, ribuan, tidak apa-apa , kita tidak malu – malu umumkan bahwa ini kenyataan yang harus serius di tanggulangi.

"Angka HIV/AIDS yang tinggi ini bukan menjadi Aib bagi pemerintah daerah, namun bagaimana menunjukan keseriusan dalam menangani masalah ini dan terus berupaya untuk menekan laju pertumbuhannya,"tegas Bupati Murib

Ia Juga menyambut baik adanya shelter yang disiapkan oleh KPA Jayawijaya untuk ODHA yang membutuhkan penanganan khusus, baik konsumsi obat, dan juga yang terpenting meningkatkan semangat untuk bisa bertahan hidup sehingga mereka tidak terintimindasi dari berbagai stigma dalam masyarakat.

Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya didampingi ketua KPA Jayawijaya Tonius Wenda saat berada di halaman Shelter dari KPA Jayawijaya.

Foto : Istimewa

Ditempat yang sama Ketua harian KPA Jayawijaya, Tonius Wenda mengatakan, sejak dirinya ditunjuk ketua harian pada april lalu, selama dua bulan ia bersama tim berupaya maksimal dalam membenahi kantor dan penyediaan shelter bagi pasien HIV/ AIDS hingga upaya pendataan kasus HIV maupun kasus Lost to Follow Up (LFU).

“Satu bulan habis dan sisa satu bulan, Tuhan tolong buat keajaiban, bapak – bapak bisa melihat hari ini kantor ini sudah berubah, itu semua karena Tuhan dan kami bisa jangkau PKM yang begitu jauh sampai di Wolo semua data pasien kami dapat konkrit. Hari ini kedepan Jayawijaya akan seperti apa itu yang kita akan kejar” Kata Wenda.

Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya saat melakukan foto bersama dengan pengurus KPA Jayawijaya serta 18 perwakilan Puskesmas yang memiliki pelayanan Penanggulangan HIV/AIDS dan VCT.

Foto : Istimewa

Ia berharap, kedepan Pemda Jayawijaya serius dalam penanganan kasus HIV/AIDS, sebab di lapangan banyak temuan masalah data ODHA maupun LFU. Katanya satu masalah yang sulit dipecahkan adalah pemetaan pasien dari beberapa Kabupaten yang menumpuk di Jayawijaya.

“Dan itu kami berharap kepada Dinas nanti ada kerja sama dengan kami untuk memetakan pasien dari kabupaten lain supaya kami punya koordinasi dengan kabupaten tersebut untuk bertanggungjawab kepada warganya” Harap Tonius. (Denny/Martina)

    Cari Berita

    Pengumuman

    PENGUMUMAN BUPATI JAYAWIJAYA PENETAPAN KELULUSAN FORMASI 2024 KABUPATEN JAYAWIJAYA

    Siaran Pers Pendaftaran CPNS Dibuka Mulai 20 Agustus 2024 Pukul 17.08.45 WIB

    Pengumuman Seleksi Penerimaan CPNS Kab. Jayawijaya TA. 2024

    PENGUMUMAN HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PPPK 2023

    PENGUMUMAN PENERIMAAN PPPK JF GURU DAN TENAGA KESEHATAN KABUPATEN JAYAWIJAYA TA. 2023

    Perubahan Penetapan Hari Libur dan Cuti Bersama dalam Rangka Hari Raya Natal Tahun 2018 dan Tahun Baru 2019

    top