Bupati Jayawijaya Hadiri Peluncuran Noken Cenderawasih, Dorong UMKM dan Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual Masyarakat Wilayah BOMTA

WAMENA – Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, S.H., M.H., bersama Asisten Deputi Pembinaan Jabatan Fungsional Pengembangan Kewirausahaan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia, Adi Trisnojuwono, menghadiri peluncuran Noken Cenderawasih sekaligus meninjau pameran produk-produk UMKM binaan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dan Dekranasda Kabupaten Jayawijaya di Kampung Taganek, Distrik Yalengga, Kabupaten Jayawijaya, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Dekranasda Kabupaten Jayawijaya, dr. Idawati Waromi Murip, Sp.KJ, sejumlah staf dari Kementerian UMKM RI, Para Kepala OPD Kabupaten Jayawijaya, tokoh masyarakat, mama-mama perajin noken, serta masyarakat dari wilayah BOMTA.

Peluncuran Noken Cenderawasih Wilayah BOMTA 

Foto : Fransiska Endama

Panen ubi bersama Bupati Jayawijaya, perwakilan Kementrian UMKM, dan Ketua Dekranasda Jayawijaya

Foto : Fransiska Endama

Dalam penjelasannya, Bupati Atenius Murip menyampaikan bahwa Noken Cenderawasih telah ditetapkan sebagai identitas budaya masyarakat Suku Lani yang mendiami sembilan distrik di wilayah BOMTA, yakni Distrik Wamena, Asologaima, Piramid, Yalengga, Kurulu, Bolakme, Muliama, Tagime, dan Tagineri.

Menurutnya, peluncuran Noken Cenderawasih merupakan langkah penting dalam melindungi sekaligus mengembangkan kekayaan intelektual masyarakat adat yang memiliki nilai budaya dan ekonomi tinggi.

"Hari ini kita menetapkan Noken Cenderawasih sebagai identitas masyarakat Lani di sembilan distrik wilayah BOMTA. Ini adalah kekayaan intelektual masyarakat Kabupaten Jayawijaya yang harus kita jaga, kembangkan, dan manfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Bupati.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah bersama Kementerian UMKM dan Kementerian Hukum tengah mendorong perlindungan hukum melalui hak paten dan hak kekayaan intelektual terhadap Noken Cenderawasih. Hak tersebut nantinya akan dikelola oleh organisasi atau ikatan masyarakat setempat sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat adat.

Bupati memberikan apresiasi tinggi kepada para peneliti, tokoh adat, serta para mama perajin yang selama ini menjaga dan mengembangkan kerajinan noken dan topi bermotif Cenderawasih.

"Saya memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada mama-mama yang telah merajut noken dan topi ini. Harapan kami, produk-produk ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga dapat membantu kebutuhan keluarga, membiayai pendidikan anak-anak dari SD hingga perguruan tinggi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Jayawijaya memiliki kewajiban untuk terus mendorong pertumbuhan UMKM di setiap distrik melalui berbagai inovasi ekonomi berbasis budaya lokal.

Ia juga mengingatkan bahwa sebelumnya pemerintah daerah telah menetapkan Noken Pelangi sebagai identitas budaya masyarakat Suku Walak. Menurutnya, baik Noken Cenderawasih maupun Noken Pelangi memiliki karakteristik dan motif yang berbeda, namun sama-sama menjadi simbol budaya yang harus dijaga dan dikembangkan.

"Kalau masyarakat Walak memiliki Noken Pelangi, maka masyarakat Lani memiliki Noken Cenderawasih. Perbedaannya ada pada motif, tetapi tujuan kita sama, yaitu menjadikan budaya sebagai sumber kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Lebih lanjut, Atenius Murip berharap keberadaan Noken Cenderawasih dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat melalui pengembangan berbagai produk kreatif seperti tas, topi, sepatu, dan berbagai kerajinan lainnya yang mengangkat motif khas Cenderawasih.

"Kita tidak boleh berjalan di tempat. Harus ada inovasi baru, menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Dengan demikian Jayawijaya akan semakin maju dan masyarakat semakin sejahtera," tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian UMKM RI yang telah memberikan dukungan melalui kehadiran perwakilan kementerian dalam peluncuran Noken Cenderawasih. Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dapat terus diperkuat dalam pengembangan UMKM berbasis budaya lokal di Kabupaten Jayawijaya.

Selain peluncuran Noken Cenderawasih dan pameran UMKM, kegiatan juga dirangkaikan dengan penanaman pohon kopi dan penghijauan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendorong pengembangan komoditas unggulan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Jayawijaya.

Peluncuran Noken Cenderawasih menjadi momentum penting bagi masyarakat Lani di wilayah BOMTA untuk memperkuat identitas budaya sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi melalui pengembangan industri kreatif berbasis kearifan lokal.

Pada kesempatan itu juga, Bupati Jayawijaya bersama Kementrian UMKM dan Ketua Deskranasa yg sekaligus plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup mengikuti penanaman pohon dan setelah itu melakukan panen ubi bersama. (Agris/Martina)

    Cari Berita

    Pengumuman

    PENGUMUMAN BUPATI JAYAWIJAYA PENETAPAN KELULUSAN FORMASI 2024 KABUPATEN JAYAWIJAYA

    Siaran Pers Pendaftaran CPNS Dibuka Mulai 20 Agustus 2024 Pukul 17.08.45 WIB

    Pengumuman Seleksi Penerimaan CPNS Kab. Jayawijaya TA. 2024

    PENGUMUMAN HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PPPK 2023

    PENGUMUMAN PENERIMAAN PPPK JF GURU DAN TENAGA KESEHATAN KABUPATEN JAYAWIJAYA TA. 2023

    Perubahan Penetapan Hari Libur dan Cuti Bersama dalam Rangka Hari Raya Natal Tahun 2018 dan Tahun Baru 2019

    top