WAMENPAR dan WAMENDAGRI Dipastikan Akan Hadiri FBLB
WAMENA - Wakil Menteri Pariwisata dan Wakil Menteri Dalam Negeri RI, dipastikan akan menghadiri pagelaran seni dan budaya tahunan di Lembah Baliem - Papua Pegunungan, yakni Festival Budaya Lembah Baliem Ke-34.
Informasi ini bocorkan langsung, Naftali Rumbiak selaku Wakil Ketua Pelaksana FBLB Ke-34 Tahun 2026.
“Tamu dari pemerintah pusat yang sudah pasti yaitu, wakil menteri pariwisata dan wakil menteri dalam negeri. Dua tamu ini sudah pasti akan hadir,” ungkapnya kepada wartawan, Jumat (31/7/2026).

Penampilan tari-tarian pasa Festival Budaya Lembah Baliem di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan
Foto : Istimewa
Meski demikian, tidak menutup kemungkinan even ini juga akan dihadiri menteri kebudayaan, yang rencananya akan mengunjungi Jayapura diwaktu yang hampir bersamaan.
“Kami masih menunggu kepastian lain juga, karena rencana menteri kebudayaan akan mengunjungi Jayapura untuk penyerahan benda-benda arkeolog Papua kembali ke MUSEUM UNCEN. Dari sana rencananya beliau mungkin akan ke Wamena untuk menyaksikan pembukaan FBLB. Itu infonya, tapi kami belum tau pasti,” terangnya.
Festival budaya tertua di Papua ini akan digelar selama dua hari, yakni mulai tanggal 7 hingga 8 Agustus di Distrik Welesi. Selain festival budaya, selama tanggal 7 hingga 9 Agustus juga akan digelar Wamena Kopi Festival, yang akan berlangsung mulai sore hingga malam hari, di Tugu Salib. Dilanjutkan pada tanggal 10 Agustus nanti rangkaian even ini akan ditutup dengan Carnaval Budaya Nusantara yang starnya dari halaman kantor Bupati Jayawijaya.
Naftali Rumbiak memastikan festival tahun ini beda dari tahun sebelumnya, dimana tidak lagi menampilkan tradisi perang-perangan, tetapi menampilkan cerita tradisi kehidupan masyarakat adat Lembah Baliem dalam bentuk tampilan drama (Sosiodrama).
“Perbedaan FBLB tahun ini dan tahun lalu yakni, kalau tahun lalu lebih menonjolkan atraksi perang-perangan, tapi kalau tahun ini kita rubah Sosiodrama. Ada juga Tari-tarian, Sikoko Puradan, Karapan Babi, dan Tiup Pikon. Sebenarnya sama, hanya beda di atraksi perang-perangan yang tidak kita tampilkan,” tututrnya.
Dijelaskannya, tahun ini hanya enam sanggar yang tampil di FBLB dan akan menampilkan drama yang berbeda-beda di hari pertama dan hari kedua.
Selain penampilan sosiodrama tentang cerita-cerita rakyat, atau kehidupan masyarakat. Lomba Karapan Babi juga masih akan ditampilkan dengan total hadiah yang akan dibawa pulang partisipan selama dua hari senilai i Rp 20 Juta. Sementara untuk Lomba Mniup Pikon dibuka untuk umum dengan total hadiah selama dua hari senilai Rp 5 Juta.

Naftali Rumbiak selaku Wakil Ketua Pelaksana FBLB Ke-34 Tahun 2026.
Foto : Vina Rumbewas
“Sosiodrama yang akan ditampilkan salah satu grup yaitu, prosesi pernikahan di Lembah Baliem itu salah satu sonopsi yang disiapkan. Jadi saya mau bilang ‘ kalau kau tidak datang kau tidak akan tahu apa-apa’ tapi kalau datang kau akan dapat ceritanya, ternyata kita punya tradisi dulu seperti ini. Karena dulu kita punya pernikahan itu sacral, ada proses-prosesnya,” tutupnya. (Vina Rumbewas/Martina Matuan)