Program Cetak Sawah Rakyat 700 Hektar Resmi Di Launcing Pemkab Jayawijaya
WAMENA - Pemerintah Kabupaten Jayawijaya resmi melauncing program Cetak Sawah Rakyat (CSR) sebesar 250 Hektar di Distrik Usilimo yang menjadi Program dari Kementrian Pertanian. Program tersebut juga akan dibuka di beberapa distrik yang ada di wilayah itu dan dengan total luas lahan sebesar 700 hektar.
Bupati Jayawijaya Atenius Murip,SH.,MH menyatakan program CSR merupakan program langsung dari Kementrian pertanian yang diturunkan kepada OPD selaku penanggungjawab yakni Dinas Pertanian dan Dinas PUPR, sehingga kolaborasi ini diharapkan membawa dampak yang baik bagi masyarakat sekaligus menjadikan Jayawijaya lumbung padi untuk Papua Pegunungan.
"Selain menamam ubi, masyarakat juga harus menanam padi. Di tahun lalu kita juga pernah mendapatkan program yang sama dengan total lahan 2000 hektar yang tersebar di 35 Distrik dan berlanjut di tahun ini seluas 700 hektar,"ungkapnya Jumat (31/7/2026) di Distrik Usilimo.

Bupati Jayawijaya Atenius Murip,SH.,MH saat menyaksikan doa yang dibawa Pater dekan untuk memberkati alat berat yang digunakan membuka 250 hektar sawah di Distrik Usimilo. Jumat (31/7/2026)
Foto : Denny Tounjaw
Menurutnya, dari 700 hektar ini akan dibagi ke 8 Distrik yang belum tersentuh program CSR ini di tahun lalu, dan untuk jatah di Distrik Usilimo itu lebih luar percetakan sawahnya itu seluas 250 hektar kalarena lahan ini besar dan kalau dikerjakan dengan tangan sulit maka nanti dibantu menggunakan alat berat untuk membuat petakan sawah, pematang, irigasi.
"Program CSR ini tak diberikan untuk di pihak ketigakan tapi di swakelola oleh Dinas PUPR dan Dinas Pertanian, sehingga kalau dibilang bupati atau kepala Dinas ambil uang tidak benar, ini dilakukan untuk untuk memfasilitasi BBM untuk alat merat membuka sawah,"jelas Bupati Murip.
Kata Atenius, pemerintah hanya memfasilitasi untuk membuka lahan saja, namun hak milikya tetap punya masyarakat yang akan menanam padi dan hasilnya juga untuk masyarakat itu sendiri, bukan orang lain yang datang tanam dan mengambil hasilnya.
"Hasil dari penanaman padi ini bisa memenuhi kehidupan masyarakat di Kota Wamena atau di jual ke Kabupaten pemekaran yang membutuhkan beras, sementara untuk masalah lain-lain tidak ada,"katanya.

Bupati Jayawijaya Atenius Murip,SH.,MH didampingi operator saat menggunakan alat berat exavator untuk membuka sawah secara simbolis di belakang kantor Distrik Usilimo Kabupaten Jayawijaya. Jumat (31/7/2026)
Foto : Denny Tounjaw
Mantan dandim 1702/ Jayawijaya mengaku kolaborasi antara dinas pertanian dan PUPR, sebab, kalau kerja menggunakan alat berat ini tugasnya dari PUPR, kalau pertanian itu sekop dan cangkul yang sering di bagikan kepada masyarakat, dan untuk penanaman nanti dari Dinas pertanian bersama masyarakat yang akan menindaklanjuti itu.
"Tadi ketua kelompok tani sudah menyatakan akan mengawal program CSR ini maka saya minta tolong kepada masyarakat apa yang menjadi berkat untuk kita saat ini perlu di syukuri, dibantu, dan bekerja agar kuota 700 cetak sawah ini bisa tuntas dalam tahun ini," bebernya.
Di tahun depan ada 400 hektar lagi yang harus diselesaikan oleh karena itu, Bupati meminta kepada 8 Distrik yang mendapat kuota program CSR ini untuk berlomba-lomba menyelesaikan 700 hektar yang saat ini mulai dibuka sehingga tahun depan itu bisa mendapat lagi kuota yang lebih besar.
"Program ini bertujuan agar dari kita untuk kita dan bisa memberi makan orang lain sebab potensi padi yang kita miliki saat ini cukup baik untuk terus di kembangkan kedepannya," tutupnya. (Denny Tounjaw/ Martina Matuan)