Bupati Jayawijaya Pastikan Situasi Kondusif, Prosesi Damai “Patah Panah” Segera Dilaksanakan
Wamena — Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H, M.H memberikan pernyataan usai mengikuti rapat evaluasi terhadap situasi dan kondisi penanganan konflik sosial perang suku di Kabupaten Jayawijaya, Jumat 22 Mei 2026 di Ruang Rapat Bupati Jayawijaya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati didampingi oleh Kapolres Lany Jaya AKBP F.D. Tamaela serta perwakilan Kapolres Jayawijaya Edy F. Sabara selaku Kabag Ops dan Danyon 756 wms Letkol InfYoel S Liga menyampaikan bahwa situasi keamanan di wilayah Kabupaten Jayawijaya saat ini sudah mulai kondusif.

Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H, M.H didampingi oleh Kapolres Lany Jaya AKBP F.D. Tamaela serta perwakilan Kapolres Jayawijaya Edy F. Sabara selaku Kabag Ops dan Danyon 756 wms Letkol Inf Yoel S Liga menyampaikan situasi keamanan di wilayah Kabupaten Jayawijaya usai Rapat Evaluasi bersama Pemprov dan Forkopimda.
Foto : Agris
Pemerintah Daerah bersama aparat keamanan, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta seluruh pihak terkait terus melakukan berbagai langkah untuk mendorong terciptanya perdamaian antara kedua kelompok yang bertikai.
Bupati menegaskan bahwa penyelesaian konflik dilakukan dengan tetap menghormati budaya dan adat istiadat masyarakat Papua Pegunungan.
Menurutnya, pendekatan adat dan kekeluargaan menjadi bagian penting dalam menyelesaikan persoalan agar tidak menimbulkan konflik baru di kemudian hari.
"Pemerintah akan melakukan langkah-langkah struktural melalui koordinasi intensif bersama Forkopimda, tokoh adat, dan masyarakat. Komunikasi terus dibangun guna menciptakan kesepahaman bersama demi terwujudnya situasi yang aman dan damai. "Pungkasnya.
Ia juga mengatakan dalam rapat Evaluasi tersebut juga disepakati pelaksanaan prosesi adat “patah panah” sebagai simbol perdamaian dan berakhirnya konflik antar kedua kelompok. Prosesi tersebut dijadwalkan berlangsung besok pukul 10.00 WIT di lokasi netral, yakni di halaman Polres Jayawijaya, dan akan disaksikan oleh pemerintah serta masyarakat.
"Kami harap seluruh pihak dapat menjaga situasi tetap aman dan tertib selama pelaksanaan kegiatan adat tersebut,serta yang hadir dalam prosesi “patah panah” hanya perwakilan terbatas dari kedua belah pihak guna menjaga keamanan dan kelancaran acara," tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Jayawijaya optimistis bahwa melalui kesepakatan damai dan pendekatan adat yang dilakukan bersama, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat dapat kembali pulih sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan normal kembali. (Agris/Martina)