Menteri Koperasi Soroti Potensi UMKM Lewat Wamena Coffee Festival dan Noken Street Fashion
Wamena - Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Jayawijaya untuk membentuk koperasi sebagai wadah bersama dalam memperkuat dan mengembangkan usaha masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Ferry Juliantono saat memberikan sambutan dalam Wamena Coffee Festival dan Noken Street Fashion 2026, yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-34, di halaman Kantor Bupati Jayawijaya, Sabtu (8/8/2026).
Dalam sambutannya, Ferry menyampaikan kekagumannya terhadap keindahan alam, kekayaan budaya, kesenian, serta potensi ekonomi kreatif yang dimiliki Lembah Baliem, Jayawijaya, dan Papua Pegunungan.

Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono membuka kegiatan Wamena Coffee Festival dan Noken Street Fashion 2026 di depan Kantor Bupati Jayawijaya
Foto : Kominfo Jayawijaya
Ia mengatakan, kunjungannya ke Papua Pegunungan diawali dari Kabupaten Yahukimo bersama sejumlah tim untuk menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Koperasi Desa Merah Putih sekaligus meninjau kesiapan dapur program pemerintah. Dari Yahukimo, ia kemudian melanjutkan perjalanan ke Wamena.
“Dari Yahukimo kami langsung ke Wamena, kemudian pagi tadi bersama-sama Pak Bupati dan Ibu Wakil Menteri Pariwisata datang ke Lembah Baliem yang indah luar biasa,” ujar Ferry.
Menurutnya, Festival Budaya Lembah Baliem menunjukkan bahwa Jayawijaya memiliki modal besar untuk mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Tidak hanya dari keindahan alam, tetapi juga dari kekayaan budaya, berbagai pertunjukan kesenian, permainan tradisional hingga produk UMKM yang ditampilkan selama festival.
Ferry juga menyoroti kehadiran wisatawan mancanegara yang datang menyaksikan Festival Budaya Lembah Baliem.
“Banyak sekali turis, selain turis Nusantara, juga turis dari berbagai negara di Asia, Eropa, Amerika. Hampir dari berbagai belahan dunia datang ke Lembah Baliem,” katanya.
Ia menilai kondisi tersebut merupakan peluang besar bagi masyarakat dan pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan perekonomian daerah.
Karena itu, Kementerian Koperasi menyatakan siap mendukung pengembangan potensi ekonomi masyarakat di Jayawijaya melalui penguatan kelembagaan koperasi.
Ferry juga mengungkapkan adanya kesepakatan bersama dengan Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa untuk mendukung sanggar-sanggar seni yang menjadi peserta Festival Budaya Lembah Baliem.
Menurutnya, dukungan tersebut akan dilakukan melalui kolaborasi dan pembentukan koperasi yang melibatkan sanggar-sanggar di berbagai distrik, dengan dukungan Kementerian Koperasi dan Kementerian Pariwisata.
“Kami sudah bersepakat untuk membantu sanggar-sanggar yang ada di distrik sebagai peserta Festival Lembah Baliem. Sanggar-sanggar tersebut akan kita dukung melalui kolaborasi dengan membentuk koperasi bersama,” jelasnya.
Ferry berharap langkah tersebut dapat memberikan dampak terhadap penyelenggaraan Festival Budaya Lembah Baliem pada tahun-tahun mendatang. Ia menargetkan festival tersebut dapat semakin dikenal dan mampu menarik lebih banyak wisatawan Nusantara maupun mancanegara.
“Supaya nanti Festival Lembah Baliem tahun 2027 akan dihadiri jauh lebih banyak turis Nusantara dan turis mancanegara yang datang ke Lembah Baliem, serta lebih banyak peserta yang ikut menyemarakkan festival,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ferry secara khusus mengajak para pelaku UMKM di Wamena dan Jayawijaya untuk tidak berjalan sendiri-sendiri dalam mengembangkan usahanya.
Ia mendorong pelaku usaha makanan, pakaian, kerajinan, kopi, hingga berbagai produk lokal lainnya untuk membentuk dan bergabung dalam koperasi.
“Saya hanya ingin kepada seluruh pelaku UMKM, apakah itu produk makanan, produk pakaian, produk kerajinan, atau produk apa pun dari para pelaku UMKM yang ada di Wamena dan Jayawijaya, sebaiknya mendirikan koperasi,” tegasnya.
Menurut Ferry, koperasi dapat menjadi wadah bersama bagi pelaku UMKM untuk memperkuat usaha, meningkatkan akses pasar, serta mengembangkan potensi ekonomi lokal secara lebih terorganisir.
Ia menilai Wamena Coffee Festival dan Noken Street Fashion menjadi contoh bagaimana potensi produk lokal dapat dipadukan dengan sektor pariwisata dan budaya.
Ferry berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, kementerian, pelaku UMKM, komunitas budaya, serta masyarakat dapat terus diperkuat sehingga potensi Lembah Baliem tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Jayawijaya.
“Ini adalah modal yang luar biasa yang dimiliki Wamena, Jayawijaya dan Papua Pegunungan. Karena itu harus kita dukung bersama,” pungkasnya. (Agris Wistrijaya/Martina Matuan)