Buka Rakorda GSJA Papua Pegunungan, Bupati Jayawijaya Tekankan Kolaborasi Gereja dan Pemerintah
WAMENA – Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, S.H., M.H., menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakorda) Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah (GSJA) Provinsi Papua Pegunungan Tahun 2026 yang berlangsung di Grand Baliem Hotel Wamena, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Kementerian Agama, pengurus GSJA tingkat pusat dan wilayah, para hamba Tuhan, serta peserta dari berbagai kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan. Rakorda menjadi momentum penting bagi GSJA untuk mengevaluasi pelayanan sekaligus menyusun program kerja gereja ke depan.
Dalam sambutannya, Bupati Atenius Murip menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta Rakorda yang hadir di Wamena. Ia juga mengucapkan selamat melaksanakan rapat kerja daerah dan berharap kegiatan tersebut menghasilkan program-program yang berdampak bagi pelayanan gereja dan pembangunan masyarakat.

Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H., M.H., saat memberikan sambupatan pada Rapat Kerja Daerah (Rakorda) Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah (GSJA) Provinsi Papua Pegunungan Tahun 2026
Foto : Fransiska endama
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta Rakorda GSJA Provinsi Papua Pegunungan di Wamena. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan menghasilkan keputusan-keputusan yang membawa manfaat bagi gereja dan masyarakat,” ujarnya.
Bupati menegaskan bahwa gereja dan pemerintah memiliki peran yang sama dalam melayani masyarakat. Menurutnya, pembangunan daerah tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan dukungan dan kerja sama dari seluruh elemen, termasuk lembaga keagamaan.
“Gereja dan pemerintah adalah mitra yang saling melengkapi. Keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu melayani masyarakat dan mewujudkan kehidupan yang lebih baik bagi umat,” katanya.
Atenius Murip menjelaskan bahwa selama ini Pemerintah Kabupaten Jayawijaya terus menjalin sinergi dengan berbagai denominasi gereja yang ada di daerah tersebut. Keharmonisan hubungan antara pemerintah dan gereja dinilai menjadi modal penting dalam menjaga persatuan serta mendukung pembangunan di tengah masyarakat yang majemuk.
Ia menyebutkan bahwa terdapat berbagai denominasi gereja dan organisasi keagamaan yang selama ini hidup berdampingan dengan baik di Jayawijaya. Karena itu, ia mengajak seluruh gereja untuk terus menjaga kebersamaan dan memperkuat pelayanan demi meningkatkan kualitas iman serta kehidupan sosial masyarakat.
Menurutnya, berbagai persoalan sosial yang terjadi saat ini, seperti masalah kemiskinan, pendidikan, kesehatan, hingga persoalan sosial lainnya, membutuhkan keterlibatan semua pihak dalam mencari solusi.
“Peningkatan iman umat harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, gereja dan pemerintah perlu terus berkolaborasi untuk menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks,” ungkapnya.
Bupati juga mengapresiasi pelaksanaan Rakorda GSJA yang dinilainya menjadi wadah strategis untuk memperkuat kapasitas pelayanan gereja sekaligus mempererat hubungan antarjemaat dan pemimpin gereja di Papua Pegunungan.
Di akhir sambutannya, ia berharap seluruh peserta Rakorda dapat memanfaatkan forum tersebut untuk merumuskan langkah-langkah pelayanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung terwujudnya Papua Pegunungan yang aman, damai, dan sejahtera.
“Melalui Rakorda ini, mari kita bersama-sama mempersiapkan sumber daya manusia yang beriman, berkualitas, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah,” tutup Bupati Atenius Murip. (agris/Martina)