Musrembang RKPD TA 2027 Kabupaten Jayawijaya Mengacu Kepada 4 Pilar Dasar Pembangunan
WAMENA - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Pemkab Jayawijaya mengarah kepada peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pertumbuhan ekonomi inklusif, akan berpegang pada 4 pilar utama yakni Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur dan Ekonomi kerakyatan.
Bupati Jayawijaya Atenius Murip, SH., MH menyatakan Musrembang ini dilaksanakan usai setahun kepemimpinannya dan mulai memasuki tahun ke dua tentunya tidak keluar dari Rencana Kerja Jangka Menengah Nasional (RPKMN) yang turun ke Provinsi dan Kabupaten yang tertuang dalam RPJMD 2025-2029.
"Yang saat ini dilakukan adalah Musrembang RKPD untuk tahun 2027 Pemkab Jayawijaya yang merupakan pengembangan dari visi dan misi Bupati yang sudah tertuang dalam RPJMD ini yang akan dilakukan oleh OPD Terkait,"ungkapnya Rabu (1/4).

Bupati Jayawijaya Atenius Murip, SH.,MH saat memberikan Sambutan dalam Pembukaan Musrembang RKPD Pemda Kabupaten Jayawijaya Rabu (1/4) di Hotel Baliem Pilamo Wamena.
Menurutnya, untuk tahun 2027 sesuai dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Jayawijaya akan tetap mengangkat 4 pilar honai yakni Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur dan Ekonomi kerakyatan yang menjadi fondasi dasar yang ditopang oleh seluruh OPD dan kepentingan yang dilaksanakan baik Pusat, Provinsi Dan Daerah.
"Untuk pilar pertama soal pendidikan ini kita harus berpikir bagaimana memperkuat pendidikan, dimulai dari hilirisasi dengan memperkuat tenaga guru, berapa guru yang dibutuhkan, berapa guru yang tersedia dan bagaimana dinas Pendidikan meningkatkan tenaga guru hingga ketersediaan guru itu bisa mencukupi," jelas Bupati.
Dikatakan, dengan adanya ketersediaan guru maka anak-anak sedini mungkin bisa mendapatkan pendidikan yang layak ditingkat sekolah dasar (SD) dan SMP, sehingga terobosan yang dilakukan mulai tahun ini dilakukan pengadaan guru dari OAP yang ada, atau yang sudah direkut dan sedang mengajar 150 SD, 50 SMP ditambah dengan 50 tenaga Incer (Indonesia Cerdas) , itu efektifitasnya sudah dievaluasi dan untuk kekurangan guru akan ditambahkan.
"Tahun ini setidaknya 50 guru dari Incer (Indonesia Cerdas) akan datang dan memperkuat yang sudah ada, karena kita ingin pendidikan ini benar-benar terlaksana dari semua tahapan, tahun ini juga kami akan membangun rumah guru di setiap SD secara bertahap sesuai dengan kemampuan anggaran Dinas Pendidikan," kata Bupati Jayawijaya.
Sedangkan untuk kesehatan ada 29 puskesmas yang sudah memenuhi standar dari 40 distrik di Wilayah Kabupaten Jayawijaya, namun untuk ketersediaan tenaga medis juga sudah dibahas tahun ini bagaimana bisa penambahannya, terlepas dari 15 mahasiswa kedokteran yang sudah dikirim untuk melanjutkan pendidikannya, tentunya ini menjadi pengembangan agar jika mereka selesai bisa kembali dan mengabdi untuk daerah.
"Sedangkan untuk tenaga medis lainnya, seperti perawat, bidan dan farmasi ada 80 orang yang pemerintah sekolahkan baik di Jayapura maupun di Wamena, setelah tenaga medis tersedia maka bisa mengisi 29 Puskesmas yang ada," beber Bupati.

Bupati Jayawijaya didampingi Kadis PUPR, Kadis Pertanian, Kadis Kesehatan dan Kadis Pendidikan saat melakukan podcast terkait program yang telah dilakukan selama setahun terakhir.
Mantan Dandim 1702/ Jayawijaya mengaku ada 11 puskesmas lagi yang belum memenuhi standar akan dibangun kembali namun dilakukan secara bertahap bersama tenaga dan juga sarana dan prasarana yang ada di dalamnya, selanjutnya ekonomi kerakyatan yang berbicara terkait ketahanan pangan masyarakat dan juga kesejahterahan serta kehidupan.
"Dimulai dari program unggulan yang kita ajukan di kementrian, potensi Jayawijaya selain hortikultura yang ditanam, ada juga persawahan dan kopi, perkebunan kopi yang ada saat ini memang sudah didata dan masih sangat kurang sehingga masih perlu dikembangkan,"ujar Bupati.
Ia menambahkan, untuk komuditas kopi ini ditahun 2026 ada 400 hektar yang akan dikembangkandari yang sudah ada sebelumnya, artinya kebun yang sudah ada perlu ada pendampingan untuk dikembangkan lagi sehingga Jayawijaya bisa menjadi daerah penghasil kopi, Hortikultura dan persawahan.
"Untuk persawahan tahun ini direncanakan sekitar 700 hektar yang tersebar di 12 distrik dimana untuk satu distrik 65 hektar, sedangkan untuk tahun lalu sudah dibuka di 5 distrik yang dikelola oleh Pemerintah Pusat dan Pemprov Papua Pegunungan sehingga program dari Pemkab Jayawijaya tak turun lagi di sana tapi ke Distrik yang lainnya," tutup Bupati Jayawijaya. (Denny/Martina)