Sambut HUT Kemerdekaan RI ke 72, 40 Napi Dapat Remisi

WAMENA  -  Peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan RI ke 72 tingkat Kabupaten Jayawijaya membawa berkah bagi 40 narapidana yang saat ini menjalani proses hukum di Lembaga Kemasyarakatan Klas II B Wamena. Ya, ke 40 narapidana itu mendapat remisi atau pengurangan hukuman oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Upacara pemberian remisi dipimpin langsung oleh Bupati Jayawijaya, Wempi Wetipo, SH,MH bertempat di aula Lapas Klas II B Wamena Kamis (17/8). Menteri Hukum dan Ham RI dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Bupati Wempi mengatakan, pemberian remisi terhadap narapidana dan anak, bukan suatu hak yang bisa diperoleh dengan mudah. “Namun pemberian remisi dari pemerintah itu merupakan suatu bentuk tanggungjawab untuk memenuhi kewajiban dalam pelaksanaan program pembinaan,” tegas Wempi.
“Secara psikologi lanjut Wempi, pemberian remisi juga mempunyai pengaruh dalam menekan tingkat frustasi sehingga dapat mereduksi atau meminimalisir gangguan keamanan dan ketertiban di Lapas, rutan, seperti pelarian, perkelahian dan kerusuhan lainnya.

Menurutnya, kontroversi mengenai pemberian remisi bagi narapidana dan anak memang masih terus terjadi. Hal itu terjadi karena masih punitifnya pandangan masyarakat yang melihat pemidanaan dalam Lapas sehingga jauh dari kata maaf.  “Selain itu belum adanya komitmen nyata dari jajaran pemasyarakatan untuk melakukan pembenahan terhadap berbagai masalah yang dihadapi,” katanya.
Dalam sambutannya yang lain Menkumham RI minta kepada seluruh jajaran pemasyarakatan untuk segera berbenah diri, meningkatkan integritas serta menyatukan tekad yang bulat dalam mewujudkan pemasyarakatan yang lebih baik.
“Mari kita buktikan bahwa pemasyarakat sebagai institusi penegak hukum mampu mewujudkan reformasi hukum dengan melakukan pembenahan secara komprehensif dan nyata,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Lembaga Pemasyarakat Kelas II B Wamena, Yusak Bin Sabetu S.Sos dalam kesempatan yang sama menuturkan, pemberian remisi kali ini pihaknya mengusulkan 46 orang narapidana namun hanya 40 orang yang memenuhi syarat. “Yang kami usulkan 46 orang tapi yang memenuhi syarat 40 orang, kata Yusak. “Kondisi Lapas saat ini dihuni 69 narapidana dan tidak bisa semuanya diberi remisi,” kata Yusak lagi.

Menurutnya, untuk narapidana kasus narkoba telah diatur dalam PP 28 yang mana dalam pp tersebut mempersulit napi narkoba untuk mendapatkan remisi. “Untuk napi narkoba tidak mendapatkan remisi, mereka menjalani masa hukuman sepenuhnya dan tahun ini satu orang dinyatakan bebas setelah selesai menjalani masa hukumannya,” kata Yusak lagi. “Salah satu persyaratan utama untuk mendapatkan remisi, para penghuni Lapas harus berkelakuan baik,” ujarnya. Terkait adanya dua tahanan wanita yang menjadi penghuni Lapas Sabetu menuturkan, keduanya tidak mendapatkan remisi karena masih berstatus tahanan, sedangkan remisi hanya diberikan bagi penghuni yang berstatus narapidana. “Keduanya masih berstatus tahanan,” pungkasnya.

    Cari Berita

    Pengumuman

    Perubahan Penetapan Hari Libur dan Cuti Bersama dalam Rangka Hari Raya Natal Tahun 2018 dan Tahun Baru 2019

    SURAT EDARAN GUBERNUR PAPUA tentang Hari Libur Resmi dalam rangka menyongsong Hari Wafat Isa Almasih (Jumat Agung) dan Perayaan Paskah Tahun 2018

    Surat Edaran tentang Hari Libur dan Cuti Bersama dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriyah 2017

    Surat Edaran Gubernur Papua Terkait Libur Hari Raya Nyepi

    Libur Nasional dan Cuti Bersama 2017 tambah 3 hari

    top