DPMK Jayawijaya : Dana Kampung Diamankan untuk Pelatihan dan Pengadaan Laptop
WAMENA - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Jayawijaya memastikan anggaran Dana Desa yang telah diprogramkan oleh 328 kampung tetap digunakan untuk mendukung peningkatan kapasitas aparatur dan tata kelola administrasi pemerintahan kampung.
Plt. Kepala DPMK Kabupaten Jayawijaya, Yaiper Gombo, S.Pd., mengatakan salah satu program yang akan dilaksanakan adalah pelatihan administrasi bagi operator kampung, sekaligus pengadaan laptop sebagai sarana penunjang pekerjaan administrasi.
Hal tersebut disampaikan Yaiper di Wamena, Kamis (27/8/2026). Ia menjelaskan, anggaran untuk kegiatan tersebut telah diprogramkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung (APBK) masing-masing kampung.

Plt. Kepala DPMK Kabupaten Jayawijaya, Yaiper Gombo, S.Pd.
Foto : Media Pemda Jayawijaya
Menurutnya, dana yang telah diprogramkan untuk kegiatan tersebut sementara diamankan di rekening bank. Langkah itu dilakukan untuk memastikan anggaran tidak dicairkan dan digunakan untuk kegiatan lain di luar program yang telah ditetapkan.
“Dana itu bukan dipotong, tetapi diamankan untuk kegiatan pelatihan dan pengadaan laptop yang sudah diprogramkan oleh kampung,” jelas Yaiper.
Ia menegaskan, DPMK tidak melakukan pemotongan Dana Desa. Sebagai OPD teknis, DPMK hanya memfasilitasi agar program yang telah direncanakan oleh kampung dapat dilaksanakan sesuai ketentuan.
Yaiper mengatakan, setelah pembagian Surat Keputusan (SK) kepada kepala kampung, DPMK akan mengundang seluruh kepala kampung untuk mengikuti sosialisasi. Kegiatan tersebut akan memberikan penjelasan mengenai teknis penyaluran dan penggunaan Dana Desa, termasuk program pelatihan serta pengadaan laptop.
“Saya kira informasi ini sudah beredar sebelum sosialisasi dilakukan. Karena itu mungkin ada yang memahami seolah-olah dinas memotong dana kampung. Tidak ada itikad seperti itu,” tegasnya.
Dalam program tersebut, setiap kampung direncanakan mengikutsertakan sekitar dua orang untuk mengikuti pelatihan administrasi. Setelah mengikuti pelatihan, masing-masing kampung akan mendapatkan satu unit laptop yang menjadi aset kampung dan digunakan sebagai sarana kerja operator.
Pelatihan akan melibatkan lembaga pelatihan resmi yang dikoordinasikan dengan kementerian terkait. Tenaga yang memiliki kompetensi di bidang administrasi pemerintahan kampung akan memberikan pembekalan kepada para operator.
Yaiper menjelaskan, program tersebut merupakan bagian dari upaya DPMK memperkuat tata kelola pemerintahan kampung. Hal ini dinilai penting karena masih terdapat sejumlah kantor kampung yang belum menjalankan administrasi secara optimal.
“Bukan hanya ilmunya yang diberikan, tetapi sarana seperti laptop juga disiapkan sebagai alat kerja operator kampung,” ujarnya.
Ia menambahkan, mekanisme pengamanan anggaran untuk kegiatan peningkatan kapasitas bukan merupakan hal baru. Sebelumnya, pola serupa juga diterapkan dalam kegiatan pelatihan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dengan anggaran yang bersumber dari Dana Desa dan digunakan untuk peningkatan kapasitas melalui lembaga pelatihan resmi.
Sementara itu, sosialisasi teknis program tersebut akan dilaksanakan setelah pembagian SK kepala kampung. Kegiatan direncanakan dipusatkan di satu tempat dan diikuti perwakilan dari 328 kampung di Kabupaten Jayawijaya.
Dalam sosialisasi tersebut, para kepala kampung dan perwakilan akan mendapatkan penjelasan mengenai teknis pelaksanaan pelatihan, penggunaan anggaran Dana Desa, serta mekanisme pengadaan laptop sebagai sarana pendukung administrasi pemerintahan kampung.
DPMK berharap melalui sosialisasi tersebut tidak terjadi lagi kesalahpahaman terkait anggaran yang diamankan. Pemerintah kampung dan masyarakat diharapkan memahami bahwa dana tersebut tetap merupakan anggaran kampung dan penggunaannya diarahkan sesuai program yang telah ditetapkan dalam APBK.
Dengan adanya pelatihan dan dukungan sarana kerja, DPMK berharap kapasitas operator kampung semakin meningkat sehingga administrasi pemerintahan di tingkat kampung dapat berjalan lebih tertib, efektif, dan akuntabel. (Agris Wistrijaya/Martina Matuan)