Wabup Jayawijaya : Perang Suku Tidak Ada Gunanya
WAMENA - Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, menegaskan kepada semua pihak yang pada Mei lalu terlibat konflik di Distrik Woma untuk tidak lagi melakukan gerakan-gerakan tambahan.
Hal ini kembali ditekankannya pasca terjadinya beberapa insiden pembakaran yang kembali terjadi di Woma sepekan terakhir.
“Kami pemerintah daerah berharap kalau boleh keluarga Woma atau Kurima yang ada di sebelah (Woma) tidak boleh bikin gerakan tambahan. Kami butuh Wamena ini aman, kejadian yang kemarin terjadi jangan terulang lagi,” ungkap Ronny Elopere kepada wartawan, Minggu (19/7/2026).

Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere
Foto : Vina Rumbewas
Secara pribadi dirinya mengaku sangat menyesal atas perang suku yang terjadi, dikarenakan perang yang terjadi selalu menelan korban jiwa, yang tidak bisa tergantikan dengan harga benda.
Atas nama Pemerintah dirinya meminta dukungan kerjasama pihak keamanan untuk ikut memberi himbauan kepada para kepala suku, kepala kampung, tugure, agar jangan lagi ada aksi-aksi tambahan.
“Harus tanya mereka, siapa dibalik semua skenario ini. Ini sengaja untuk menciptakan agar Wamena kacau, ini kan ada oknum yang bermain,” katanya.
Lanjut Ronny Elopere, Wamena milik bersama oleh karena itu dibutuhkan keamanan.
Secara pribadi dirinya sangat menyayangkan dan sedih atas kejadian yang beberapa bulan lalu terjadi di Woma hingga menelan puluhan korban jiwa. Sementara menurutnya saat ini populasi orang asli Papua semakin sedikit, karena hampir setiap hari ada saja orang Papua yang meninggal, entah karena perang, miras ataupun penyakit.
“Perang suku ini tidak ada gunanya, kita satu suku saling perang akhirnya kita sendiri yang rugi. Kasian sekali nyawa melayang begitu saja,” ujarnya.
Oleh sebab itu, Ronny Elopere meminta kepada semua pihak untuk tidak membuat gerakan-gerakan tambahan, dan dapat mengendalikan diri, serta kembali melakukan aktivitas seperti biasa.
“Kita tinggal sedikit, saya mohon sekali lagi kita perlu jaga kita punya orang Papua agar jauh dari segala kejahatan, terutama perang suku. Diantara sesama kita tidak boleh lagi ada perang-perang,” tutupnya. (Vina Rumbewas/Martina Matuan)