Kelola Anggaran Dengan Baik, Murid Tidak Dipungut Biaya

 

 

 

Untuk merespon program pemerintah daerah dengan memberikan bantuan pembebasan biaya sekolah kepada sekolah-sekolah di Kabupaten Jayawijaya, telah diresponi oleh Sekolah Dasar (SD) Yayasan Persekolahan Kristen (YPK) Betlehem Wamena. Bagaimana pemberlakuannya di sekolah tersebut?

Untuk pembebasan biaya sekolah bagi siswa-siswi SD YPK Betlehem menurut Bendahara SD YPK Betlehem Wamena, Buari, S.Pd, SD, telah dimulai sejak tahun 2005 yang bersumber dari dana pemerintah pusat dan akan terus diberlakukan oleh SD YPK Betlehem Wamena.

”Dimana semua anak yang sekolah di SD YPK Betlehem Wamena kami bebaskan dari pungutan biaya, baik itu biaya SPP dan pembangunan. Ada orang tua yang telah membayar uang sekolah sebelum tahun 2005, maka uang sekolah tersebut kami kembalikan kepada orang tua murid, karena uang sekolah anak sudah dibayarkan oleh pemerintah pusat,” katanya kepada Harian Pagi Papua, Senin (22/10) di ruang kerjanya.

Dikatakanya, untuk tahun 2013 mendatang pihaknya tetap akan mempergunakan uang dari pusat untuk membebaskan biaya sekolah terhadap anak-anak, karena dana tersebut dialokasikan setiap tahun.

Dijelaskannya, sejak 2009 sampai 2012 untuk pembelanjaan alat-alat kantor, honor guru honorer, pembelian buku tulis dan perlengkapan sekolah lainnya, dibiayai oleh dana yang bersumber dari pemerintah daerah.

”Penggunaan uang ini tergantung dari petunjuk dinas pendidikan kabupaten Jayawijaya yang dipergunakan untuk biaya pendidikan di sekolah sesuai dengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pusat, dana BOS juga kami dapat dari Provinsi Papua sekitar Rp. 20.260.450 per-tahun yang penggunaannya sama,” jelasnya.
 
Dijelaskan Buari, dana tersebut bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) Kabupaten Jayawijaya yang dialokasikan kepada seluruh sekolah yang ada di Jayawijaya. Untuk besar nilainya sangat bervariasi, pada tahun 2009 sejumlah Rp. 149.195.250.00, tahun 2010 Rp. 147.779.250.00, tahun 2011 Rp. 167.037.750.00 dan tahun 2012 Rp. 320.160.000 dan setiap tahun ada penambahan dana.
 
Untuk pembangunan lanjutnya, pihaknya tidak pernah mengambil uang dari dana bos namun pembiayaannya ditanggung sepenuhnya oleh komite sekolah.

Plh Kepala Sekolah SD YPK Betlehem Wamena, Milka Rumbekwan, S.Pd, SD mengatakan, dengan adanya pembebasan biaya tersebut semua siswa dapat mengenyam pendidikan dengan baik, karena menurutnya, masih banyak anak yang belum mendapat pendidikan dengan baik.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah pusat maupun daerah yang bisa meringankan beban orang tua murid, yang sebagian besar tidak mampu dalam pembiayaan sekolah anak-anaknya,” jelasnya.

Ditempat yang sama, salah satu orang tua murid SD YPK Betlehem Wamena, Ganna Patandianan, SE mengatakan, sejak anaknya mulai bersekolah di SD YPK Betlehem Wamena kelas 2 dan 3, dirinya belum pernah membayar uang sekolah.

Senada dengan Ganna Patandianan, Andi Kidlungga juga mengatakan hal yang sama bahwa, dirinya sebagai orang tua murid belum pernah membayar uang sekolah anaknya, setelah ada program bantuan dana dari pemerintah.
 
Selain pembayaran pembebasan biaya sekolah, pihak sekolah juga menyediakan fasilitas belajar seperti buku tulis, buku gambar dan perlengkapan belajar lainnya.****

sumber: http://harianpagipapua.com

 

 

 

    Cari Berita

    Pengumuman

    Perubahan Penetapan Hari Libur dan Cuti Bersama dalam Rangka Hari Raya Natal Tahun 2018 dan Tahun Baru 2019

    SURAT EDARAN GUBERNUR PAPUA tentang Hari Libur Resmi dalam rangka menyongsong Hari Wafat Isa Almasih (Jumat Agung) dan Perayaan Paskah Tahun 2018

    Surat Edaran tentang Hari Libur dan Cuti Bersama dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriyah 2017

    Surat Edaran Gubernur Papua Terkait Libur Hari Raya Nyepi

    Libur Nasional dan Cuti Bersama 2017 tambah 3 hari

    top