Temui Bupati Jayawijaya, Ini Isi Dua Point Tuntutan Keluarga Buktar Tabuni

WAMENA – Kurang lebih 50 orang anggota keluarga dari terdakwa kasus makar Buktar Tabuni dari Distrik Piramid mendatangi kantor bupati Jayawijaya, Rabu (17/06/20).

Keluarga Buktar menuntut agar pemerintah Jayawijaya dapat membantu meringankan hukuman bagi terdakwa.

Dalam poster yang dibawa keluarga terdakwa, tertulis juga tuntutan agar dibebaskannya Buktar Tabuni dan 6 orang terdakwa lainnya tanpa syarat, selain itu ada juga tuntutan pemberian keringanan hukuman ranpa melihat ras.

Usai menerima aspirasi keluarga terdakwa, Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua mengatakan bahwa selaku pemda pihaknya hanya menampung aspirasi untuk diteruskan ke pimpinan yang lebih tinggi.

“Kami pemda tidak punya hak karena peradilannya ini bukan di Jayawijaya tapi di Kalimantan jadi apa yang disampaikan oleh keluarga (aspirasi) saya kira tugas kami pemda hanya menerima dan meneruskan ke pimpinan yang lebih tinggi,” ungkap Bupati Banua.

Setelah menerima aspirasi keluarga terdakwa, sebagai kepla daerah dirinya juga menyampaikan terimakasih kepada keluarga terdakwa yang datang menyampaikan aspirasi dengan tertib.

Bupati juga meminta masyarakat Jayawijaya untuk tidak terpengaruh dengan berbagai informasi yang beredar di media social.

Sementara Kapolres Jayawijaya, AKBP Diminggus Rumaropen menyampaikan terimakasih kepada keluarga terdakwa yang datang dengan tertib untuk sampaikan aspirasi.

“Kita menghormati semua pihak termasuk hari ini ada sekitar 20 orang dari keluarga Buktar Tabuni dari Piramid yang datang sampaikan aspirasi dan diterima bupati,” ungkap Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen disela-sela kegiatan pengamanan.

Lanjutnya, pihaknya juga menyampaikan terimakasih karena keluarga terdakwa datang dengan sopan dan tidak memobilisasi masa untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah daerah.

“Kita harap mereka kembali ke kampung untuk bisa beraktifitas seperti biasa,” kata Rumaropen. (Vin)

    top