Yohanes Walilo Pamit, Jayawijaya Harus Lebih Baik

WAMENA -Setelah Menjabat sebagai Sekda Jayawijaya selama kurang lebih 7 tahun, Yohanes Walilo diberikan kepercayaan sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Papua yang dilantik gubernur Papua pada 19 Agustus lalu.

Sebelum mengakhiri tugasnya di Jayawijaya Yohanes Walilo yang didampingi isteri Anna Walilo secara resmi berpamitan dengan seluruh ASN di lingkungan pemda Jayawijaya.

Diakuinya selama mengabdi di kabupaten Jayawijaya sebagai ASN 21 tahun dirinya banyak belajar dan banyak hal positif yang ia dapatkan.

"Banyak hal positif yang saya belajar disini (Jayawijaya) dan ini akan menjadi modal saya untuk bekerja di tempat yang baru," ungkap Walilo kepada wartawan di Gedung Wio kantor bupati, Senin (26/08/2019)

Menurutnya selama mengabdi di Jayawijaya dirinya telah berusaha semaksimal mungkin untuk membantu kepala daerah, sehingga dirinya berharap pejabat yang baru dapat bekerja lebih baik darinya. Ia juga berharap kabupate Jayawijaya kedepan akan lebih maju.

Pada kesempatan itu dirinya menyampaikan terimakasih kepada masyarakat dam ASN di lingkungan pemda Jayawijaya dan memohon maaf jika selama menjabat ada kesalahan.

"Jabatan baru ini tugas saya cukup berat sehingga saya meminta dukungan ASN dan masyarakat Jayawijaya, dan koordinasi kerja tentu akan tetap terjalin," ungkapnya.

Sementara, Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua SE,.M.Si,. menyampaikan terimakasih kepada Yohanes Walilo yang telah membantu menjalankan pemerintahan selama kurang lebih 7 tahun.

"Kami sampaikan terimakasih kepada pak Yohanes Walilo yang sudah mendampingi saya dan pak Wempi selam dua periode lalu dan selama itupun melaksanakan tugas dengan baik," ungkap Bupati Jhon Banua.

Lanjutnya, hingga dirinya menjabat sebagai bupati masih tetap dibantu selama kurang lebih 8 bulan, dan kepindahannya hari ini untuk menapaki jenjang karir yang lebih baik lagi.

"Saya atas nama pemerintah daerah menyampaikan terimakasih karena sudah melaksanakan tugas dengan baik di Jayawijaya," tutur Banua. (Vin/RS)

    top