Pemprov Hibahkan Ruang CT Scan Bagi RSUD Jayawijaya

WAMENA - Melalui visi misi pemerintah Provinsi Papua yang mana pelayanan kesehatan menjadi salah satu proram prioritas, maka sejak tahun 2016 melalui pendekatan partisipatif kearifan lokal dengan basis lima wilayah adat pemerintah provinsi membangun beberapa fasilitas pendukung di lima rumah sakit region sebagai rumah sakit penyangga yang ada di lima wilayah adat ini, salah satunya di RSUD Wamena khususnya untuk wilayah Lapago.

“Tahun 2017 kami membantu satu pembangunan ruang CT Scan karena tingkat kecelakaan di wilayah gunung ini juga banyak membuat masyarakat kita banyak tidak bisa di bawa ke luar Wamena, tapi sekarang di Wamena sudah ada dokter radiologi dan dalam waktu dekat akan kita siapkan,” ungkap Lesman Tabuni selaku Kepala Bidang Sumberdaya Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Papua, disela-sela penyerahan kunci ruangan yang berlangsung di Sasana Wio Kantor Bupati, Rabu (09/01).

Selain ruang CT Scan, dinkes provinsi juga membangun ruang oksigen, rumah ganset dan pembangunan sarana air bersih di RSUD Wamena yang selama ini menjadi permasalahan.

“Jadi ada empat hal yang kami pikir itu menjadi prioritas di RSUD Wamena, apalagi teman-teman disini lagi dalam posisi akreditasi dari D naik ke C,” katanya.

Menurutnya aset yang dibangun ini dihibahkan ke pemda Jayawijaya untuk difungsikan, sedangkan untuk tenaga dokter radiologi yang aka ditugaskan di ruang CT Scan tersebut telah dikoordinasikan dengan kemenkes sehingga dalam waktu dekat akan ditempatkan.

“Yang penting adalah pemda harus menyiapkan rumah dan kebutuhan lainnya bagi tenaga dokter, sehingga tenaga yang akan kami kirim tetap ada di Wamena,” ujarnya.

Sementara itu, disinggung terkait ada berapa kekurangan seperti peralatan dan tenaga di RSUD Wamena, menurut Lesman hal tersebut hanya perlu dikomunikasikan, dan secara prosedur tentu juga harus menyurat secara lengkap agar dapat ditindak lanjuti.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Jayawijaya Jhon R.Banua menyampaikan terimakasih atas perhatian pemerintah provinsi, namun tidak hanya sampai disitu bahkan di tahun 2019 ini pemda telah menganggarkan pengadaan alat CT Scan dan sudah dicantumkan dalam DPA.

“Di tahun 2019 untuk pengadaan alat CT Scan sudah ada dalam DPA kita, mudah-mudahan dalam waktu singkat bisa kita lakukan pengadaan, sehingga tahun 2019 ini gedung tersebut sudah bisa difungsikan,” ungkap Jhon Banua.

Pada kesempatan tersebut pemda juga meminta tenaga dokter yang akan ditempatkan di ruang CT Scan kepada pemprov dalam hal ini perwakil dinkes.

“Selain dokter radiologi, kami juga minta adik-adik kita yang sudah selesai pendidikan perawat, kami minta supaya mendapat  perhatian khusus untuk  untuk mendapat STR,” katanya.

Karena menurutnya beberapa waktu, tim Kijang dari pemerintah provinsi hampir tidak ada anak-anak kita asli daerah.

“Kedepan diharapkan agar anak-anak kita dapat mendapatkan program STR ini,” pungkasnya. ( Vin/RS)

 

    top