Yulce Enembe : PKK Harus Integrasikan Paud, Posyandu, dan Sekolah Minggu

WAMENA – Tim Pengerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) memiliki basis yang kuat sehingga bila dikelola dan dimanfaatkan dengan baik maka akan memperkuat pengeloaan potensi dan daya saing pembangunan di daerah. Sehingga tujuan pembangunan untuk mensejahterakan masyarakat lahir dan batin akan tercapai.

Hal ini disampaikan Ketua TP PKK Provinsi Papua Nyonya Yulce Enembe saat melantik Ketua TP PKK Kabupaten Jayawijaya Nyonya Yustina Yenni Banua, yang berlangsung di Gedung Wio Kantor Bupati Jayawijaya, Selasa (18/12).

Pada kesempatan tersebut dirinya juga medorong PKK untuk terus ikut berperan dalam pembangunan mental spiritual keluarga, meningkatkan fungsi posyandu, meningkatkan keluarga yang sadar hidup bersih dan sehat, dan kesetaraan gender, serta membantu meningkatkan ekonomi keluarga. “PKK juga perlu melihat apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di daerah ini, tahun 2015 sudah dicanangkan PKK dasawisma dan menghidupkan posyandu, berarti focus pelayanan ibu dan anak,” ungkap Yulce Enembe.

Ia juga mengatakan jika PKK  tidak ikut mempersiapkan SDM sejak dini maka kedepan akan ada banyak hambatan. “SDM ini lahir dari ibu berarti posyandu harus dijalankan, posyandu itu pelayanan ibu dan anak mulai dari usia kandungan nol bulan hingga bersalin harus rutin dikontrol,” katanya. Oleh sebab, menurutnya posyandu harus dihidupkan, pendidikan dan posyandu harus jalan beriringan. Posyandu juga harus terintegrasi dengan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan paud terintegrasi dengan sekolah minggu.

“Ini sangat bagus sekali, kalau posyandu terintegrasi dengan sekolah minggu maka pembentukan moral anak sudah terbentuk dan dipersiapkan, kalau dia tumbuh dan kuat didalam Tuhan maka kedepan akan baik,” ujarnya.

Sementara, Bupati Jayawijaya Jhon R.Banua, dalam sambutannya mengatakan akan mendukung penuh setiap program kerja PKK. Ia juga mengatakan kedepan setiap program PKK akan disinkronkan dengan program dana kampung yang merupakan program pemerintah pusat. Apalagi menurutnya, program Bupati dan Wakil Bupati yang baru dilantik tersebut akan lebih banyak bekerja di distrik, sehingga ini juga tanggungjawab PKK untuk ikut bekerja di tingkat distrik. “Mama-mama PKK kita di kampung dan distrik butuh perhatian, apa yang kurang kita sama-sama berikan dukungan untuk meningkatkan potensi mereka,” ungkap Banua.

Ia juga mengharapkan intervensi kepala kampung untuk berikan dukungan sepenuhnya kepada mama-mama PKK yang ada di kampung dan distrik, karena menurutnta pemda tidak bisa bekerja sendiri tanpa PKK, baik di tingkat kabupaten, distrik dan kampung. (Vin)

    top