Lempar 1000 Sege Warnai Pembukaan FBLB Ke-28 Di Distrik Welesi.

WAMENA – Festival Budaya Lembah Baliem merupakan festival tertua di Tanah Papua, sebuah atraksi seni dan budaya yang dilaksanakan sejak tahun 1990 dan melibatkan seluruh warga masyarakat asli dari 40 Distrik di Kabupaten Jayawijaya. Pada pagelaran kali ini selain warga local dari distrik 40 distrik, ceremony pembukaan juga melibatkan ratusan pelajar dari SMA St.Yosep Wamena, yang pada pembukaan acara menampilkan tarian kolosal kontemporer Papua dan tradisi perang pegunungan tengah Papua.

warga yang dilibatkan dalam aksi lempar 1000 sege pada pembukaan FBLB ke-28 di Distrik Welesi


Menteri Pariwisata yang diwakili Hari Untoro Drajat selaku Ketua Tim Pengembangan Pariwisata Budaya Berkelanjutan Kementrian Pariwisata saat membuka acara mengungkapkan pariwisata sangat berkaitan dengan hubungan antar tradisi, serta terkait dengan nilai dari masyarakat yang dapat disajikan untuk dinikmati dalam sebuah even festival seperti ini.
“Dari sisi ekonomi pariwisata berdasarkan perintah presiden pada tahun 2019 nanti pemerintah pusat menargetkan 20 juta wisatawan manca negara dan 275 juta wisatawan nusantara,” Ungkap Hari Untoro Drajat saat memberikan sambutan pada pembukaan FBLB ke-28 di Distrik Welesi, Selasa (08/08). Oleh karena itu  berharap even FBLB ini akan mendukung daftar kunjungan dan kunjungan  pariwisata secara nasional.
“Saya kira even ini suda menjadi even nasional oleh karena itu terimaksih kepada seluruh masyarakat yang turut serta meramaikan even ini,” pungkasnya.
Sementara itu pada kesempatan yang sama Bupati Jayawijaya, John Wempi Wetipo SH,MH meminta dukungan pemerintah pusat melalui Kementrian Pariwisata.
“Kami mohon dukungan dari kementrian pariwisata untuk pelaksanaan kegiatan FBLB, sehingga melalui even ini ikut menarik banyak wisatawan untuk datang ke Papua lebih khusus kabupaten Jayawijaya,” ungkap Bupati Wetipo.
Selain itu, dirinya juga berharap agar kedepan Distrik Welesi tetap menjadi tempat pelaksanaan FBLB, karena lokasi yang baru dua kali digelar even FBLB tersebut memiliki panorama pemandangan yang indah dengan letak yang cukup strategis.
Setelah pagelaran seni tersebut dibuka oleh Hari Untoro Drajat selaku Ketua Tim Pengembangan Pariwisata Budaya Berkelanjutan Kementerian Pariwisata, maka dilanjutkan dengan tradisi panah babi oleh Pangdam XVII Cenderawasih sebagai symbol dibukanya FBLB ke-28 Tahun 2017.

Penyerahan Piagam Rekor Indonesia ORI oleh Agung Elvianto yang dianugerahkan kepada Pemerintah Jayawijaya atas prestasi kreator prosesi lempar 1.000 sege serentak.


Pada kesempatan tersebut juga dilakukan lempar tombak tradisional atau Sege, dengan melibatkan perwakilan masyarakat dari 40 distrik di Jayawijaya, perwakilan dari tiga kabupaten pemekaran serta seluruh peserta pria yang hadir.
Berdasarkan pantauan, kegiatan lempar 'sege' dilakukan juga oleh pejabat tinggi Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Hari Untoro Drajat, Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit, perwakilan pejabat Kantor Gubernur Papua, Bupati Jayawijaya John Wempi Wetipo, Wakil Bupati Jayawijaya John Banua dan wakil bupati Raja Ampat serta ratusan
turis mancanegara. (Vin)

    Cari Berita

    Pengumuman

    Perubahan Penetapan Hari Libur dan Cuti Bersama dalam Rangka Hari Raya Natal Tahun 2018 dan Tahun Baru 2019

    SURAT EDARAN GUBERNUR PAPUA tentang Hari Libur Resmi dalam rangka menyongsong Hari Wafat Isa Almasih (Jumat Agung) dan Perayaan Paskah Tahun 2018

    Surat Edaran tentang Hari Libur dan Cuti Bersama dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriyah 2017

    Surat Edaran Gubernur Papua Terkait Libur Hari Raya Nyepi

    Libur Nasional dan Cuti Bersama 2017 tambah 3 hari

    top