11 Poin Kesepakatan Di Tandatangani Terkait Kasus Kekerasan Petugas Kesehatan

Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya bersama Anggota FKPD, TNI, Polri, Para Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, telah menandatangani 11 poin kesepakatan sebagai bentuk kesepahaman bersama dalam menjawab aspirasi Ikatan Bidan Indonesia (IBI) cabang Jayawijaya.

Kesebelas poin ini dihasilkan menyikapi adanya peristiwa percobaan pemerkosaan yang dilakukan oknum tidak dikenal terhadap salah seorang bidan yang yang akan melaksanakan tugas di perbatasan Distrik Libarek dan Witawaya Kabupaten Jayawijaya beberapa waktu lalu, penandatanganan kesepakatan ini berlangsung di Sasana Wio, kantor Bupati Wamena, Selasa (17/5).

Isi dari 11 poin kesepakatan, yakni pertama, mengutuk segala bentuk kekerasan dan pelecehan terhadap tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah kabupaten Jayawijaya; kedua, aparat keamanan siap membantu memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat dan petugas kesehatan; ketiga, Kepala Distrik dan Kepala Kampung siap menjaga keamanan dan membantu tenaga kesehatan dalam melakukan pelayanan.

Poin keempat, tokoh masyarakat, tokoh agama, kepala suku, tokoh pemuda siap membantu menjaga situasi keamanan di daerah masing-masing; kelima, Polres jayawijaya siap mengantar jemput tenaga kesehatan apabila dibutuhkan; keenam, Polres Jayawijaya siap melakukan pengejaran terhadap pelaku; ketujuh, Kodim 1702 Jayawijaya siap bekerjasama dengan semua sektor dalam memulihkan situasi keamanan; kedelapan, tenaga kesehatan siap berkoordinasi dengan semua pihak dalam melakukan pelayanan. 

Sembilan, DPRD Jayawijaya siap bekerjasama dengan Pemerintah Daerah dalam menyelesaikan masalah yang terjadi sampai tuntas; kesepuluh, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya siap memfasilitasi pertemuan berkala dalam rangka mengevaluasi situasi kamtibmas; sebelas, setelah kesepakatan ini para petugas siap melaksanakan tugas diwilayah kerja masing-masing.

Sekda Jayawijaya, Yohanes Walilo S.Sos, M.Si mengatakan kalau ada kejadian seperti ini lagi maka diharapakan kepada Kepala Distrik dan Kepala Kampung dapat segera melaporkan kepada pihak yang berwajib  agar segera ditangkap dan diproses hukum.

Lanjut Sekda, setelah penandatanganan kesepakatan ini diharapkan agar para petugas yang tadinya melakukan aksi mogok dapat kembali bekerja seperti biasanya.

Mewakilli Pemerintah Daerah, Sekda Walilo menghimbau kepada petugas kesehatan bahwa hal ini merupakan tugas pelayanan kemanusiaan, sehingga semua dapat kembali bertugas, sedangkan kepada masyarakat, Sekda menghimbau supaya sama-sama memberikan kenyamanan dan jaminan keamanan kepada para petugas, jangan ada yang berbuat hal seperti itu lagi.

Dalam kesempatan tersebut juga dihadiri kepala Badan Pemeberdayaan Perempuan dan KB Provinsi Papua, Anike Rawar, Kapolres Jayawijaya, Dandim 1702 Wamena, dan Pastor Jhon Jonga. Serta 130 Bidan PTT Desa. (Titus/Humas).

 

    Cari Berita

    Pengumuman

    Perubahan Penetapan Hari Libur dan Cuti Bersama dalam Rangka Hari Raya Natal Tahun 2018 dan Tahun Baru 2019

    SURAT EDARAN GUBERNUR PAPUA tentang Hari Libur Resmi dalam rangka menyongsong Hari Wafat Isa Almasih (Jumat Agung) dan Perayaan Paskah Tahun 2018

    Surat Edaran tentang Hari Libur dan Cuti Bersama dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriyah 2017

    Surat Edaran Gubernur Papua Terkait Libur Hari Raya Nyepi

    Libur Nasional dan Cuti Bersama 2017 tambah 3 hari

    top