sesuai instruksi bupati bahwa PNS yang mengkonsumsi miras diberi sanksi

 Wamena- Bagi para PNS maupun aparat Satpol PP yang kedapatan mengkonsumesi minuman keras akan diberikan sanksi yang tegas sesuai dengan Instruksi bupati bahkan akan di pecat diberhentikan
Hal tersebut mengacu pada   istruksi bupati juga ketentuan lain yang diatur dalan asn tentang disiplin pegawai. sehingga pns benar-benar bekerja dan melayani masyarakat

Demikian disampaikan disampaikan sekretaris daerah jayawijaya  Yohanes Walilo  S.Sos. M.Si
Sekda Walilo saat mengambil apel pagi dihalaman kantor bupati jayawijaya mengatakan bahwa beberapa waktu lalu ada sejumlah informasi bahwa ada aparat pns/ satpol pp yang kedapatan mengkonsumsi minuman keras beralkohol, sehingga hal itu perlu  menjadi perhatian bersama.
Pasalnya oknum tersebut bukan masyarakat biasa tetapi adalah anggota aparatur pns yang seharusnya memberikan  contoh  dan panutan bagi masyarakat
Oleh karena itu oknum pns tersebut dapat diberikan sanksi yang tegas sesuai dengan instruksi bupati bahkan kalau bisa dipecat karena hal itu mencoreng nama baik pemerintah daerah
di depan para pns sekda juga berpesan kepada pihak Satpol PP untuk aktif melaksanakan tugasnya yaitu, menertibkan arel jalan irian dimana masih saja terdapat orang yang berjualan diatas trotoar dan depan toko sehingga menggangu kenyamanan
Hal tersebut sebenarnya sudah dilarang oleh pemerintah, alasannya pemerintah daerah sudah menyiapkan pasar potikelek yang dikhususkan bagi mama-mama papua. sehingga hanya bisa berjualan dipasar tersebut.
Sekda Walilo juga menambahkan bahwa saat bulan puasa ini diharapakan kepada para penjual untuk dapat menjual makanan di tenda-tenda maal yang sudah dipersiapkan agar  kota wamena dari hari kehari lebih baik dan tertib.
Termasuk pada hari minggu toko dan kios termasuk pasar ditutup dan  hanya buka pada jam 3 sore. sehingga diharapkan kepada warga kota wamena untuk selalu menjaga ketertiban dan kenyamanan apalagi saat ini adalah bulan puasa bagi umat muslim sehingga kita saling menghargai antar umat beragama.

    top