Kita Menjadi Mantap Kalau Kita Melayani Di Daerah Terpencil

 WAMENA - Menjadi seorang Pemimpin itu tidak gampang bukan seperti membalikan tangan, namun membutuhkan proses, demikian juga pemimpin gereja membutuhkan hikmat Tuhan namun sarn saya jangan mengharapkan fasilitas, karena pemimpin gereja tidaksama dengan pemimpin politik

Percuma kita sekolah teologia tinggi-tinggi namun tidak dapat melayani di daerah-daerah terpencil, kita harus melayani dengan hati, artinya, pelayanan itu belum menjadi mantap kalau kita tidak melayani di pos-pos atau daerah terpencil
Demikian Sambutan Bupati Jayawijaya Wempi Wetipo SH, MH saat menghadiri acara Sidang Majelis Daerah Gereja Bethel Indonesia di Gedung Ukumiarek Asso yang dihadiri, Ketua Umum BPH GBI, Pejabat Gereja Bethel Indonesia, Badan Pekerja Daerah se- Pegunungan Tengah, Badan Pekerja Wilayah Jayawijaya  dan jemaat GBI Jayawijaya (05/05).
Lanjut Wempi Kalau pelangi itu warnanya merah saja tidak baik. namun ketika pelangi itu berwarna warni kelihatannya indah. demikian dalam pelayanan perlu ada variasi berbagai macam dedominasi gereja sehingga terlihat saling mengisi  sebagai tubuh kristus.
Wamena adalah jantungnya Tanah Papua  kalau hanya jantung saja tidak bisa jalan, kalau hanya kaki saja kita tidak melihat oleh karena itu perlu persatuan kekompakan saling membantu sehingga semua itu bisa berfungsi  dengan baik dan utuh. Persatuan gereja dewasa ini  sangat dibutuhkan bukan saling mempertahankan diri dengan doktrin gereja masing-masing.
Ketua PGGJ Persatuan Gereja-gereja Jayawijaya Pdt. Abraham Ungirwalu S.Th memberikan apresiasi dengan dilakukannya sidang Majelis Daerah ini karena hari ini adalah momentum yang dipersiapkan Tuhan untuk  memberkati daerah ini”katanya.
Sidang Jemaat Daerah ini adalah bagaimana mengkristalkan jemaat menjadi satu tubuh kristus yang hidup melayani pekerjaan Tuhan sehingga bisa memberikan  dampak bagi semua orang  terutama bagi jemaat GBI agar menjadi  mantap.
Lebih lanjut dikatakannya bahwa di Jayawijaya sendiri terdapat 15 dedominasi gereja dan semua berpartisipasi dalam mendukung pelayanan Pekerjaan Tuhan baik hal-hal yang bersifat rohani maupun kehidupan keseluruhan jemaat secara jasmani.
Banyak yang mengatakan bahwa di daerah ini Kristen menjadi mayoritas namun juga menghasilkan kekerasan yang tinggi, termasuk timbulnya berbagai penyakit menular HIV/AIDS . Oleh karena itu sudah menjadi tanggungjawab kita bersama mengatasi masalah besar ini. Marilah kita saling bergandengan tangan melayani  karena itu adalah tanggungjawab kita sebagai  pelayan Tuhan di daerah ini.
Sementara itu Ketua umum BPH GBI Pdt.Dr. Japarlin Marbun mengatakan untuk menuai bersama ladang yang sudah menguning dalam era baru menuju GBI mantap yaitu, sebagai hamba Tuhan, kita dituntut untuk memprioritaskan kehendak Allah dalam seluruh aspek pelayanan dan kehidupan.
Mengutamakan kesatuan dan kesehatian sebagai tubuh Kristus. Kebersamaan tidak bisa terwujud jika masing-masing mempertahankan kepentingan sendiri, dengan kesehatian dan kesatuan, segala beban yang ditanggung  menjadi ringan. (TTS/Hms)

 

 

 

    Cari Berita

    Pengumuman

    Perubahan Penetapan Hari Libur dan Cuti Bersama dalam Rangka Hari Raya Natal Tahun 2018 dan Tahun Baru 2019

    SURAT EDARAN GUBERNUR PAPUA tentang Hari Libur Resmi dalam rangka menyongsong Hari Wafat Isa Almasih (Jumat Agung) dan Perayaan Paskah Tahun 2018

    Surat Edaran tentang Hari Libur dan Cuti Bersama dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriyah 2017

    Surat Edaran Gubernur Papua Terkait Libur Hari Raya Nyepi

    Libur Nasional dan Cuti Bersama 2017 tambah 3 hari

    top