Kepala Sekolah Harus Berijazah Sarjana

     Wamena - Untuk meningkatkan sumberdaya manusia yang handal dan profesional dibidang pendidikan, pemerintah Kabupaten Jayawijaya terus berupaya meningkatkan mutu tenaga guru dan Kepala Sekolah TK sampai SMU/SMK. Kalau guru atau kepala sekolah sarjana akan lebih banyak mengetahui dan memahami standar mengajar dengan baik dan benar. Sehingga murid yang diajar bisa menerima mata pelajaran dengan baik.  Hal itu dikatakan Bupati Jayawijaya Wempi Wetipo SH, MH selaku pembina apel di halaman kantor Bupati Kamis (12/3).

“Pelantikan Kepala Sekolah Dasar (SD) yang rencananya dilakukan pada minggu ini untuk sementara dibatalkan sampai menunggu tahun ajaran baru,” tegas bupati Wempi.
 “Kepsek banyak yang tinggal di Wamena bahkan ada yang tiga bulan sekali baru melaksanakan tugas, ini tidak benar,” tegas Bupati Wempi. “Anehnya lagi lanjut Wempi, meski tidak melaksanakan tugas tapi semua hak berupa gaji dan jatah beras bisa diterima secara utuh,” ujarnya.
Menurutnya pembatalan pelantikan para Kepala Sekolah Dasar itu disebabkan karena banyaknya aparatur Kepsek yang meninggalkan tugas dan tidak melakukan proses belajar mengajar seperti yang diharapkan.
“Pembatalan pelantikan Kepsek itu disebabkan karena masih banyak kepala sekolah yang tidak bertugas dengan baik, bahkan disalah satu sekolah dasar di Distrik Bolakme kepala sekolahnya tidak pernah masuk dan hanya sebulan sekali datang, ini sangat disayangkan,” ujar bupati Wempi bernada kesal.
“Bagaimana murid mau pintar kalau yang mengajar mereka adalah penjaga sekolah,” ujarnya.
“Dinas Pendidikan dan Pengajaran selaku instansi teknis memiliki tugas dan tanggungjawab untuk turun langsung  kelapangan memantau sekolah-sekolah yang ada, sehingga setiap kendala yang ada bisa dilaporkan ke Bupati.
Bupati menambahkan bahwa akan membuka pendaftaran secara luas untuk menjadi kepala sekolah mulai dari TK-SMU/SMK yang berpendidikan Strata 1, yang selanjutnya akan dilakukan uji kepatutan dan kelayakan atau fit and propertes, sehingga calon kepala sekolah yang terpilih memiliki kompetensi dan tidak diragukan lagi kemampuannya.
Menyoal pemalangan kantor distrik Asolokobal, Yalengga dan Itlay Hisage bupati Wempi menegaskan tidak akan mengganti pejabat Kepala Distrik yang sudah dilantik akhir Februari 2015 lalu. “Masyarakat tidak bisa mengatur pemerintah, tapi masyarakat harus mematuhi aturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah. “Bagi kepala distrik yang telah dilantik diberi kesempatan untuk bekerja terlebih dahulu untuk menunjukkan kinerjanya,” imbuhnya.

 

 

 

    Cari Berita

    Pengumuman

    Perubahan Penetapan Hari Libur dan Cuti Bersama dalam Rangka Hari Raya Natal Tahun 2018 dan Tahun Baru 2019

    SURAT EDARAN GUBERNUR PAPUA tentang Hari Libur Resmi dalam rangka menyongsong Hari Wafat Isa Almasih (Jumat Agung) dan Perayaan Paskah Tahun 2018

    Surat Edaran tentang Hari Libur dan Cuti Bersama dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriyah 2017

    Surat Edaran Gubernur Papua Terkait Libur Hari Raya Nyepi

    Libur Nasional dan Cuti Bersama 2017 tambah 3 hari

    top