Mama Pedagang Asli Papua Demo Damai

WAMENA – Puluhan pedagang sayur putra asli Papua melakukan aksi demo damai di depan kantor bupati Jayawijaya Senin (2/3) siang. Aksi demo yang berbuntut keributan itu dipicu perlakukan petugas satpol PP yang mengambil secara paksa sayur mayur milik mama-mama pedagang asli Papua yang kembali berjualan di jalan Sulawesi. “Kami tidak terima jualan kami diambil oleh petugas satpol PP, oleh karena itu kami minta ganti rugi kepada pemerintah,” kata salah seorang mama dalam orasinya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Jayawijaya Yohanes Walilo, S.Sos, M.Si yang menerima pendemo dalam kesempatan itu mengatakan, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya akan bersikap tegas kepada para pedagang yang melanggar aturan. “Pedagang non asli Papua maupun asli Papua akan diberikan sangsi yang sama bila melanggar aturan,” tegas Sekda Walilo.
“Pasar Putikelek yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dengan dana Milyaran rupiah diperuntukkan bagi mama-mama asli Papua untuk berjualan, kalau mama-mama kembali berjualan di jalan Sulawesi (tempat yang lama) jelas akan ditertibkan oleh petugas ,” tegas Sekda Walilo lagi.
“Bagi pedagang non asli Papua tidak boleh menggelar dagangannya di depan kios, pedagang asli Papua tidak boleh berjualan di perempatan jalan, di atas trotoar, Jalan Sulawesi atau disemua ruas jalan. Kalau ada yang melanggar jelas akan ditertibkan,” ujarnya.
Menurutnya pembangunan pasar Putikelek oleh Pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang diperuntukkan bagi orang asli Papua merupakan jawaban yang sangat tepat untuk mensejahterakan kehidupan rakyat Jayawijaya. “Niat pemerintah baik, hal itu adalah bukti bahwa pemerintah sangat serius dan perduli terhadap kehidupan rakyatnya sendiri,” ujarnya.
“Memang untuk berdagang pasti ada resiko yang harus diterima, seperti sayur mayor yang tidak habis terjual. Namun hal itu harus dibarengi dengan kesabaran dan ketekunan serta kerja keras secara terus menerus untuk meraih tujuan yang diinginkan. “Semua itu melalui proses dan tidak bias terjadi secara instan,” jelas Walilo panjang lebar.
Meski mendapat penjelasan panjang lebar dari Sekda Walilo, nampaknya mama-mama penjual sayur mayur itu tak menerima begitu saja, bahkan mereka membuang sayur mayur di depan kantor bupati namun dapat diatasi oleh petugas satpol PP yang selanjutnya membubarkan diri dengan tertib.
 

 

 

 

    Cari Berita

    Pengumuman

    Perubahan Penetapan Hari Libur dan Cuti Bersama dalam Rangka Hari Raya Natal Tahun 2018 dan Tahun Baru 2019

    SURAT EDARAN GUBERNUR PAPUA tentang Hari Libur Resmi dalam rangka menyongsong Hari Wafat Isa Almasih (Jumat Agung) dan Perayaan Paskah Tahun 2018

    Surat Edaran tentang Hari Libur dan Cuti Bersama dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriyah 2017

    Surat Edaran Gubernur Papua Terkait Libur Hari Raya Nyepi

    Libur Nasional dan Cuti Bersama 2017 tambah 3 hari

    top