Pemerintah Kabupaten Jayawijaya Gandeng Gereja Perangi Kemiskinan

 WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dibawah pimpinan bupati/wakil bupati Wempi Wetipo, SH, MH/John R. Banua, SE, M.Si terus memberikan perhatian serius terhadap kelangsungan hidup rakyatnya. Bentuk perhatian serius dari duet pemimpin Jayawijaya ini dibuktikan dengan mengandeng 12 denominasi gereja yang ada untuk terlibat langsung dalam memerangi kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan.

“Persoalan yang semakin kompleks saat ini harus disikapi oleh gereja dengan melibatkan pendeta, penginjil maupun gembala sidang untuk menyelamatkan umatnya,” tegas Kondar Siregar, S.IP mewakili Bupati Jayawijaya dalam acara Preach seminar bagi pendeta dan  Ketua-ketua Denominasi Gereja se Kabupaten Jayawijaya yang berlangsung di Aula Gedung Sekolah Minggu GKI Betlehem Wamena Jumat (27/2) siang kemarin.
”Dengan jamahan kasih pelayanan iman yang dilakukan oleh Pemerintah dan kalangan tokoh gereja, hidup masyarakat akan tertata dengan baik, karena takut akan Tuhan. “Segala sesuatu yang dilakukan bila didasari takut akan Tuhan, semua dapat berjalan dengan baik,” ujar Kondar bijak.
Menurutnya kegiatan  Preach Seminar Bagi Pendeta dan Ketua-ketua Dedominasi Gereja adalah merupakan kegiatan dalam rangka membina dan mempererat hubungan yang harmonis antara tokoh agama untuk menyatukan Visi dan Misi kedepan dalam pelayanan.
“Hal ini dapat diwujudkan dengan kebersamaan dan kerjasama yang baik dimulai dari diri dan keluarga pemimpin-pemimpin Gereja itu sendiri, sehingga dapat memberikan dampak positif terhadap penggembalaan jemaat dengan harapan kualitas kerohanian jemaat terus meningkat,” ujarnya.
Kondar juga mengharapkan melalui seminar kali ini dapat memberikan gambaran figur pemimpin Gereja yang terbaik untuk menjadi panutan bagi jemaatnya. Diakuinya dalam memberikan pelayanan kepada jemaat tidak luput dari berbagai hambatan berupa material, spiritual dan lainnya namun dengan campur tangan Tuhan Moril semua itu pasti dapat dilakukan dengan baik sesuai yang diharapkan.
“Gereja melalui pendeta dari 12 denominasi yang ada harus dapat membantu Pemerintah dalam ikut menjaga kebersamaan dan kerukunan hidup antar umat umat beragama sehingga terwujud keharmonisan hubungan tali persaudaraan diantara sesama umat beragama yang selama ini terbina dengan baik akan berjalan terus sesuai dengan program yang telah direncanakan Pemerintah,” imbuhnya.
 

 

 

 

    Cari Berita

    Pengumuman

    Perubahan Penetapan Hari Libur dan Cuti Bersama dalam Rangka Hari Raya Natal Tahun 2018 dan Tahun Baru 2019

    SURAT EDARAN GUBERNUR PAPUA tentang Hari Libur Resmi dalam rangka menyongsong Hari Wafat Isa Almasih (Jumat Agung) dan Perayaan Paskah Tahun 2018

    Surat Edaran tentang Hari Libur dan Cuti Bersama dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriyah 2017

    Surat Edaran Gubernur Papua Terkait Libur Hari Raya Nyepi

    Libur Nasional dan Cuti Bersama 2017 tambah 3 hari

    top