HUT Baden Powel Ke-158 Diperingati

 Wamena – Hari Ulang Tahun Baden Powel ke 158 diperingati dalam suatu apel bersama PNS dan pramuka yang dipusatkan di halaman Kantor Bupati Jayawijaya Senin (23/2) pagi bertindak selaku pembina upacara Bupati Jayawijaya Wempi Wetipo, SH, MH. Kiprah Baden Powel dalam mengembangkan ilmu kepramukaan 158 tahun yang lalu, harus mendapat apresiasi dan penghargaan yang tinggi oleh semua pihak,” tegas bupati Wempi yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Ranting Jayawijaya.

Menurutnya bentuk apresiasi dan penghargaan tinggi itu bisa diwujudkan dengan membina pramuka dimasing-masing satuan tugas gugus depan (gudep) sehingga memiliki live skill atau kecakapan hidup terutama peningkatan akhlak dan budi pekerti.
Wempi mengharapkan kepada seluruh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) terutama SKPD yang memiliki satuan karya pramuka seperti, Dinas Kehutanan, Pertanian, Pariwisata, Kehutanan, BKKBN, P dan P dan BLH yang menangani satuan karya pramuka agar selalu berupaya mengembangkan dan menjaga kepramukaan tetap eksis di Kabupaten Jayawijaya.
Menghadapi jambore daerah yang tinggal beberapa bulan lagi dilaksanakan di Kabupaten Sarmi, Wempi mengajak kepada jajaran pramuka untuk mempersiapkan diri semaksimal mungkin guna mengikuti jambore daerah dimaksud memperoleh hasil terbaik.
“Tunjukkan kepada publik, Kabupaten Jayawijaya mampu dan bisa bersaing dengan anggota pramuka daerah lain di Tanah Papua,” ujarnya. “Kita harus mampu dan kreatif serta banyak belajar dalam meningkatkan kualitas masing-masing peserta dan menjaga kekompakan sesama anggota pramuka,” ujarnya.
“Pilih peserta yang betul-betul aktif dan jangan memilih karena ada hubungan keluarga karena bila hal itu terjadi dapat melupakan asas-asas yang diajarkan Tri satya dan dasa darma,” ujarnya.
“Gerakan Pramuka yang mendapat tugas mendidik kaum muda agar berwatak kepribadian dan beraklak mulia serta memiliki jiwa bela Negara, harus dapat berperan sebagai kader pembangunan dan perekat bangsa,” ujarnya.
“Pada Tahun 1912 gerakan yang dirintis Oleh Lord Baden Powell di bawah masuk oleh Belanda ke Indonesia dahullu adalah kepanduan. Guna lebih memantapkan persatuan dan kesatuan di kalangan kaum muda, sebagai organisasi kepramukaan pada tahun 1961 disatukan oleh presiden Soekarno menjadi Gerakan Paramuka,” ujarnya.
Revalitas pendidikan kepramukaan yang sedang berlangsung saat ini adalah komplemen dan suplemen terhadap pendidikan formal dan informal, yang mempunyai peranan sangat besar dalam upaya membentuk generasi yang bertanggungjawab pada masa depan.”Seperti yang dikatakan pepatah” kalau ingin bahagia maka bahagiakan orang lain dahulu,” ujar bupati Wempi puitis.
Usai  apel bersama dilakukan Penyematan tanda  penghargaan Satya Lencana Darmabakti kepada para pembina pramuka, pemberian hadiah bagi pemenang lomba dan pemeriksaan darah di Rumah Sakit Umum Wamena.

 

 

 

    top