Pasar Untuk Orang Asli Papua Diresmikan

Wamena – Setelah menunggu setahun lamanya, pasar Putikelek yang diperuntukkan bagi para pedagang asli Papua dan mama-mama penjual sayur mayur diresmikan penggunaannya oleh bupati Jayawijaya Wempi Wetipo, SH, MH yang diwakili asisten administrasi umum, Gaad Piranid Tabuni, SP, MM ditandai dengan ibadah pengucapan syukur Selasa (17/2) siang.

Meski diwarnai dengan aksi protes oleh pemilik hak ulayat yang menuntut ganti rugi lokasi pasar Putikelek dengan melakukan pemalangan di pintu masuk, namun peresmian penggunaan pasar Putikelek itu dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar sesuai yang diharapkan semua pihak.
“Tidak ada lagi mama-mama yang berjualan di atas trotoar, di perempatan jalan atau fasilitas umum lainnya tapi harus berjualan di Pasar Putikelek sebagai pusat usaha jual beli yang diperuntukkan bagi masyarakat asli Papua,” tegas Gaad Tabuni bijak. Manfaatkan fasilitas pasar yang dibangun oleh pemerintah daerah dengan sebaik-baiknya, karena melalui kegiatan jual beli lanjut Tabuni, dapat memberikan proses pembelajaran bagi masyarakat asli Papua untuk mengembangkan diri dalam usaha bisnis. “Pada awalnya penjualan itu akan diperoleh hasil yang sedikit, namun tak perlu berkecil hati lambat laun dari yang sedikit itu akan menjadi banyak,” ujarnya.
Menurutnya Pemerintah Kabupaten Jayawijaya memberikan perhatian serius terhadap kesejahteraan masyarakat asli Papua terutama yang memiliki jiwa bisnis. Melalui usaha jual beli dapat dipastikan hidup rakyat akan lebih sejahtera karena setiap saat memiliki uang. “Dengan uang, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan hidupnya seperti mencukupi bahan pokok sehari-hari, menyekolahkan anak dan menabung untuk hari tua di unit Bank Papua dan BRI yang ada di lokasi pasar,” ujarnya.
“Jangan jadikan pasar Potikelek sebagai tempat perkelahian, perjudian atau tindak kriminal lainnya karena itu dapat mengganggu stabilitas keamanan yang sudah terjaga dengan baik selama ini, sebaliknya wajib dijaga kebersihan dan keamanannya sehingga aktivitas jual beli dapat berjalan dengan aman dan nyaman,” ajak Tabuni.
“Untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang melakukan transaksi jual beli, akan ditempatkan sejumlah petugas dari Satpol PP yang dibantu pihak kepolisian,” ujarnya.
“Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi akan melakukan pendampingan terkait pengunaan keuangan dari hasil jual beli, sedangkan untuk retribusi dan iuran akan dilakukan oleh bagian penagihan DPPKAD untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tandasnya.

    Cari Berita

    Pengumuman

    Perubahan Penetapan Hari Libur dan Cuti Bersama dalam Rangka Hari Raya Natal Tahun 2018 dan Tahun Baru 2019

    SURAT EDARAN GUBERNUR PAPUA tentang Hari Libur Resmi dalam rangka menyongsong Hari Wafat Isa Almasih (Jumat Agung) dan Perayaan Paskah Tahun 2018

    Surat Edaran tentang Hari Libur dan Cuti Bersama dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriyah 2017

    Surat Edaran Gubernur Papua Terkait Libur Hari Raya Nyepi

    Libur Nasional dan Cuti Bersama 2017 tambah 3 hari

    top