Pendidikan Dan Kesehatan Menjadi Sarana Mencerdaskan Anak Bangsa

     Wamena – Kota Wamena sebagai pusat kota wisata dan perdagangan di wilayah Pegunungan Tengah Papua terus mendapat perhatian dari sejumlah lembaga Internasional dari Eropa dan PBB. Bentuk perhatian itu diwujudkan dengan mengunjungi kota Wamena untuk melihat dari dekat sampai sejauh mana hasil pembangunan yang telah dicapai selama ini. Kali ini yang berkunjung ke Wamena adalah dari delegasi Eropa terdiri dari Unicef yang dipimpin  oleh Mr. Gunilla Olsson,  World  Agro foresty Center,  Mrs.  Sonya Dewi, PhD dan dari Asia Development Bank (ADB) dipimpin oleh Mr. Suwirman. Delegasi tersebut diterima Bupati Jayawijaya Wempi Wetipo SH,MH yang diwakili Sekretaris Daerah Yohanes Walilo S.Sos, M.Si  Kamis (22/1) siang.
Dalam pertemuan tersebut Sekda Walilo mengatakan kunjungan organisasi badan dunia seperti  UNICEF, World Agro foresty Center dan lainnya merupakan salah satu bentuk kepedulian yang harus disambut dengan baik oleh Pemerintah kabupaten Jayawijaya.”Terutama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dengan memberikan perhatian penuh kepada anak balita sebagai cikal bakal generasi penerus bangsa,” tegas Walilo.

“Mencerdaskan anak bangsa itu bisa diwujudkan dengan melaksanakan program Manajemen Terpadu Balita Sakit dan Menyusui (MTBSM). “Kepada anak balita inilah masa depan Bangsa dapat diwujudkan,” katanya.
Menurutnya, MTBSM merupakan salah satu program yang dilakukan untuk mengisi kesenjangan sosial dan akses didaerah yang sulit dijangkau.”Program tersebut merupakan kerjasama UNICEF-Wahana Visi Indonesia dan Dinas Kesehatan Jayawijaya,” ungkapnya.
 “Program itu dilaksanakan untuk memberdayakan kader kesehatan dengan memberikan pelatihan secara kontinyu cara mendekteksi tanda-tanda kesakitan bagi bayi. “Angka kesakitan pada bayi harus ditekan seminimal mungkin,” tegas Sekda Walilo.
Dengan memberikan asupan gizi yang baik meliputi empat sehat lima sempurna dapat dipastikan generasi muda Jayawijaya akan tumbuh dan berkembang secara cerdas dan mampu bersaing disegala bidang,” ujarnya.
Sementara itu perwakilan dari World  Agro foresty Center,  Mrs.  Sonya Dewi, PhD mengatakan, Kabupaten Jayawijaya memilliki peranan yang strategis di Provinsi Papua khususnya di wilayah Pegunungan Tengah. “Dengan pertumbuhan penduduk yang cukup pesat dapat mendorong aktivitas manusia untuk melakukan kegiatan yang memanfaatkan lahan bagi kehidupan sehingga berpotensi untuk memicu peningkatan emisi dan kegiatan perubahan penggunaan lahan,” ujarnya.
“Pembangunan rendah emisi lanjut Sonya, merupakan salah satu bagian dalam upaya menuju pembangunan berkelanjutan, selanjutnya rencana aksi penurunan emisi ini harus diekplorasi lebih lanjut yang berkaitan dengan kondisi pemukiman warga masyarakat.
“Untuk mewujudkannya dapat ditempuh dengan langkah utama yaitu mengutamakan pembangunan rendah emisi kedalam proses perencanaan pembangunan dilingkungan Satuan Kerja Perangkat Daerah,” ujarnya.
Sementara itu Mr. James Munag anggota dari ICRAF yang lain mengatakan bahwa, proyek lingkungan  rendah emisi  ini adalah proyek untuk dapat menjaga generasi putra-putri juga lingkungan.”Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE) sangat mendukung sepenuhnya dalam meningkatkan ekonomi daerah. “Ada 3 aspek yang menjadi perhatian MEE yaitu, pendidikan, nutrisi ibu dan anak, serta lingkungan,” ujarnya.
Usai pertemuan, Sekda Wallilo memberikan cindera mata kepada masing-masing perwakilan  badan dunia tersebut.


 

 

 

    Cari Berita

    Pengumuman

    Perubahan Penetapan Hari Libur dan Cuti Bersama dalam Rangka Hari Raya Natal Tahun 2018 dan Tahun Baru 2019

    SURAT EDARAN GUBERNUR PAPUA tentang Hari Libur Resmi dalam rangka menyongsong Hari Wafat Isa Almasih (Jumat Agung) dan Perayaan Paskah Tahun 2018

    Surat Edaran tentang Hari Libur dan Cuti Bersama dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriyah 2017

    Surat Edaran Gubernur Papua Terkait Libur Hari Raya Nyepi

    Libur Nasional dan Cuti Bersama 2017 tambah 3 hari

    top