30 Anggota DPRD Jayawijaya 2014-2019 Dilantik

 Wamena – 30 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jayawijaya masa bakti 2014-2019 dilantik dan diambil sumpah janji oleh Ketua Pengadilan Negeri Wamena, Berlinda Ursula Mayor, SH atas nama Ketua Mahkamah Agung RI dalam gelar sidang istimewa di gedung DPRD Selasa (20/1) siang.

Jalannya sidang istimewa dipimpin ketua I dan II Agustina Haluk dan Alexandria Morin. Usai dilantik dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan oleh tiga orang perwakilan anggota DPRD, rohaniawan dan Ketua Pengadilan Negeri Wamena, Berlinda Ursula Mayor, SH selaku pejabat yang melantik. Usai pelantikan dilanjutkan dengan serah terima jabatan pimpinan sidang dari pejabat lama Agustina W. Haluk dan Alexandria Morin kepada pimpinan sidang sementara, Taufik Petrus Latuihamallo dan Christian K. Padang, SE.
Hadir dalam kesempatan itu, Bupati Jayawijaya Wempi Wetipo, SH, MH wakil bupati John R. Banua, SE, M.Si, Forum kordinasi pimpinan daerah, pimpinan SKPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, pimpinan partai politik, organisasi wanita dan undangan lainnya.
Dalam kesempatan itu Bupati Jayawijaya Wempi Wetipo, SH,MH mengatakan tantangan terbesar Anggota DPRD saat ini adalah menjalankan reformasi politik total untuk menangkis tudingan negatif  oleh warga masyarakat terhadap lembaga legislatif yang dinilai korup dan menempati posisi ketiga setelah Institusi Polri dan Pengadilan berdasarkan hasil survey transparansi internasional Indonesia pada tahun 2012 dan 2013. “Untuk menjawab itu semua, demokrasi dan demokratisasi menjadi kunci jawaban yang paling tepat,” tegas Bupati Wempi.
“Pengambilan sumpah janji anggota DPRD hari ini lanjut Wempi, berkaitan erat dengan tanggung jawab penting kedepan antara lain mengawal agenda reformasi dengan diberlakukannya otonomi khusus bagi Papua, penegakan supremasi hukum dan jalannya pemerintahan yang bersih anti Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN)”.
Menurutnya, anggota DPRD periode 2014-2019 yang telah dilantik kali ini, dipilih melalui pemilihan dengan suara terbanyak, dimana aturan yang digunakan sedikit berbeda dengan pemilu legislatif tahun 2009 lalu, karena pemilihan langsung terjadi akibat adanya putusan mahkamah konstitusi.
“Saya memahami dengan sepenuh hati, ketatnya persaingan dalam pelaksanaan pileg kemarin, dimana terjadi gesekan antar caleg dan gesekan intern partai secara terbuka dan pramaktisme sehingga meminggirkan peran kesukarelaan voluntarisme dan rasa kekeluargaan dari pemilih,” ujarnya.
“Politik adu kekuatan menjadi trend yang menambah sinisme publik pada politik, semua ini merupakan suatu kehormatan  tapi sekaligus tantangan untuk menunjukan bahwa paska pileg subtansi politik akan makin dirasakan  rakyat untuk peran yang makin optimal,” ujarnya.
“Jadikan hari ini sebagai momentum bersejarah,untuk dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan di Jayawijaya,mampu melakukan 3 (tiga) hal yang sangat penting yaitu, menghasilkan pengawasan/regulasi, fungsi bagjeting, fungsi anggaran dan mengedepankan citra pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang semakin baik.

 

 

 

    Cari Berita

    Pengumuman

    Perubahan Penetapan Hari Libur dan Cuti Bersama dalam Rangka Hari Raya Natal Tahun 2018 dan Tahun Baru 2019

    SURAT EDARAN GUBERNUR PAPUA tentang Hari Libur Resmi dalam rangka menyongsong Hari Wafat Isa Almasih (Jumat Agung) dan Perayaan Paskah Tahun 2018

    Surat Edaran tentang Hari Libur dan Cuti Bersama dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriyah 2017

    Surat Edaran Gubernur Papua Terkait Libur Hari Raya Nyepi

    Libur Nasional dan Cuti Bersama 2017 tambah 3 hari

    top