Jiwa Wira Usaha Dapat Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat

   Wamena – Memasuki masa kepemimpinannya ditahun ketujuh, Bupati Wempi terus melakukan pembenahan disemua lini di wilayah pemerintahannya. Meski mendapat pro kontra, tak menyurutkan langkah tekad orang nomer 1 di Jayawijaya ini untuk melakukan perubahan.

“Pro kontra dalam pembangunan di masyarakat itu biasa,” tegas Bupati Wempi disela-sela kegiatan turun lapangan di lokasi pasar Safri Darwin Jumat (9/1) siang. “Untuk yang pro saya memberikan apresiasi dan penghargaan, bagi yang kontra saya harapkan dapat merubah pola pikir untuk maju kedepan,” ujar Wempi lagi.
Menurutnya, pembangunan pasar Jalan Safri Darwin yang menelan biaya milyaran rupiah harus digunakan sebaik-baiknya untuk kemakmuran rakyat. “Pasar yang dibangun ini akan diperuntukkan bagi mama-mama putra asli daerah yang setiap harinya melakukan kegiatan perekonomian,” ujarnya.
Mereka tidak lagi berjualan di trotoar seperti yang terlihat selama ini, tapi dapat melakukan kegiatan jual beli di pasar yang telah disediakan,” ujarnya lagi. “Apa yang telah dilakukan oleh pemerintah bertujuan baik, merubah perilaku masyarakat yang selama ini statis dan pasif terhadap pembangunan menjadi aktif dan motivator pelaksanaan pembangunan itu sendiri,” ujarnya.
Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Jayawijaya Yohanes Walilo, S. Sos, M. Si menambahkan pihaknya akan menindak lanjuti program yang telah dilaksanakan Bupati Jayawijaya. Bentuk kepedulian itu diwujudkan dengan melakukan penertiban bagi pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di trotoar.
“Untuk lokasi pasar di Jalan Safri Darwin, akan dirubah fungsinya menjadi gudang dan akan disewakan kepada berbagai pihak untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tegas Sekda Walilo disela-sela memimpin rapat dengan para pedagang di Sasana Wio Jumat (9/1).
“Sementara pembangunan pasar di Jalan Potikelek lanjut Walilo, akan peruntukkan bagi mama-mama putra asli daerah yang selama ini melakukan kegiatan jual beli ditempat yang tidak semestinya. “Mereka akan lebih tertib berjualan di tempat yang telah disediakan oleh pemerintah,” kata Walilo.
Menurutnya, pasar Potikelek selain diperuntukkan bagi mama-mama Papua, juga  dapat ditempati oleh  orang Papua yang mempunyai jiwa kewirausahawan untuk mengembangkan potensi diri dibidang ekonomi meraih masa depan yang cerah.
Diakuinya, pedagang asli Papua belum bisa menyamai pedagang non Papua, namun dengan semangat dan motivasi yang tinggi untuk mandiri dan berkembang dapat dipastikan berhasil sesuai dengan yang diharapkan.


    Cari Berita

    Pengumuman

    Perubahan Penetapan Hari Libur dan Cuti Bersama dalam Rangka Hari Raya Natal Tahun 2018 dan Tahun Baru 2019

    SURAT EDARAN GUBERNUR PAPUA tentang Hari Libur Resmi dalam rangka menyongsong Hari Wafat Isa Almasih (Jumat Agung) dan Perayaan Paskah Tahun 2018

    Surat Edaran tentang Hari Libur dan Cuti Bersama dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriyah 2017

    Surat Edaran Gubernur Papua Terkait Libur Hari Raya Nyepi

    Libur Nasional dan Cuti Bersama 2017 tambah 3 hari

    top