Korban Kekerasan Rumah Tangga Juga Dialami Kaum Pria

 Wamena - Perempuan Korban kekerasan Fisik perlu mendapatkan perhatian serius terlebih terluka batinnya, perasaan-perasaan terluka tersakiti sangat susah untuk disembuhkan butuh waktu yang lama serta kesabaran untuk menagani hal demikian, oleh karena itu pelatihan yang dilaksanakan saat ini bagi lintas sektor sangat penting untuk mendapatkan pengetahuan yang  baik dalam proses pembinaan bagi perempuan yang mengalami kekerasan rumah tangga termasuk anak.
Demikian  disampaikan Asisten III Sekda Provinsi Papua Rosina Upessy, SH ketika membuka kegiatan  pelatihan Psikososial Perempuan korban kekerasan  di Hotel Trisna Senin (1/12) kemarin.

Dikatakan, melalui kegiatan ini dapat memberikan pengetahuan dan pembekalan  keterampilan supaya dapat  menolong orang lain mendampingi perempuan dan anak korban kekerasan atau kekerasan dalam rumah tangga agar  mereka dapat menolong orang lain.
“Akan diberikan cara dalam mengatasi korban kekerasan fisik maupun non fisik seperti, pemulihan luka batin dan kepahitan, sehingga para korban dapat kembali ke dalam keluarga,” ujarnya.
Sementara itu Asisten Administrasi Umum, Gaad Piranid Tabuni, SP,MM menambahkan, kegiatan seperti ini sudah pernah dilakukan tiga tahun lalu yang disponsori oleh Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB dan diikuti oleh lintas sektor, mulai dari, Pemerintah, Kepolisian, Pengadilan, LSM, Lintas Agama dimana penanganannya lebih menyeluruh karena saling keterkaitan.
Menurutnya tidak sedikit orang di rumah tangga terjadi kekerasan baik perempuan, anak-anak maupun laki-laki karena saat ini kasus kekerasan bukan hanya terhadap perempuan namun juga  kekerasan dialami pihak laki-laki kasus ini pun cenderung meningkat.
“Melalui pelatihan ini diharapkan para peserta bisa turun kelapangan untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat sehingga kekerasan dalam rumah tangga tidak terjadi lagi,” tandasnya.

 

 

 

    top