Pendidikan Salah Satu Pilar Untuk Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

 Wamena - Program pemerintah pusat Siswa Mengajar Terpencil, Terluar, Tersulit (SM-3T) dirasakan dapat memberikan manfaat bagi dunia pendidikan di kabupaten Jayawijaya, walau waktu yang di tentukan terbilang cukup singkat hanya setahun. Dengan karakteristik budaya yang berbeda dan wilayah yang luas namun hal tersebut bukan suatu hambatan  untuk

memajukan dunia pendidikan di wilayah Pegunungan Tengah Papua.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Jayawijaya, Yohanes Walilo, S.Sos. M.Si. saat melepaskan 66 Guru bantu SM-3T yang berasal dari Universitas Riau 36 orang  dan Universitas Wulawarman Kalimantan 30 orang, mereka ini akan bertugas selama satu tahun guna mengajar siswa SD dan SMP yang ada di 40 distrik diKabupaten  Jayawijaya, yang berlangsung di Sasana Wio Kantor bupati wamena senin (01/09).
Program  SM-3T termasuk program pemerintah pusat namun pemerintah daerah juga turut mendukung program tersebut untuk dapat mendidik memberikan ilmu yang berguna bagi siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.
Dikatakan bahwa pemerintah daerah sendiri  memberikan apresiasi dan menyambut baik para guru yang tergabung dalam program SM-3T yang ditempatkan di Kabupaten Jayawijaya. Untuk suksesnya program ini dimasa mendatang, dibutuhkan kordinasi antara Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dengan Pemerintah Pusat khususnya Kementerian Pendidikan,” ujarnya. Hal itu bertujuan supaya Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dapat mempersiapkan diri menyambut para pendidik ini,” ujarnya lagi.
Diakuinya, guru SM-3T  yang mengikuti program ini terbilang baru karena setelah  lulus dari bangku kuliah di Perguruan Tinggi langsung ditempatkan ditempat tugas yang sudah ditentukan. “Meskipun statusnya belum menjadi PNS, namun jiwa untuk mengabdi dan mendidik di daerah yang baru sangat besar, ini yang patut dihargai,” tegas Yohanis.
Oleh karena Sekda Jayawijaya berharap kepada para guru SM-3T untuk dapat menyesuaikan diri   dalam mengajar memberikan ilmu dengan baik. Semua proses belajar mengajar di sekolah tujuan masing-masing dapat dikordinasikan dengan Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Jayawijaya selaku instansi teknis yang menangani.
Menurutnya kendala bahasa yang menjadi sarana komunikasi dua arah, jangan dijadikan alasan dalam melakukan proses belajar mengajar, namun sebaliknya dapat dijadikan sebagai acuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa bagi putra putri asli Papua yang sangat merindukan pendidikan.

 

 

 

    top