Pesparawi XI se Tanah Papua, Berlangsung Sukses

WAMENA-Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XI se Tanah Papua (Papua dan Papua Barat) di kota Wamena Kabupaten Jayawijaya, 27 Juni hingga 6 Juli 2013, secara resmi ditutup oleh gubernur Papua Barat yang diwakili staf ahli bidang perekonomian Bernarda B.M Henan, di Stadion Pendidikan Wamena, Sabtu (6/7/2013).

Upacara penutupan diawali ibadah oleh Pdt John Nap dilanjutkan jamuan bakar batu (makanan khas pegunungan Papua) yang disajikan diatas meja terpanjang yakni mengilili stadion pendidikan Wamena. Kegiatan tersebut selain dihadiri oleh seluruh kontingen, juga dihadiri Gubernur Papua Lukas Enembe S.IP,MH, Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal SE,M.SI, Kapolda Papua Irjen Pol Drs Tito Karnavian MA, unsur Forkopimda Provinsi Papua, para bupati dan undangan.
Gubernur Papua Lukas Enembe S.IP,MH dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Papua yang mempercayakan untuk memimpin Papua selama lima tahun.  Untuk itu kata gubernur, pada penutupan Pesparawi XI, secara adat masyarakat pegunungan, seluruh kontingen dan undangan dijamu dengan bakar batu.
“Jamuan makan bersama bakar batu ini, merupakan wujud terima kasih dan suka cita mendalam masyarakat pengunungan. Karena itu selaku gubernur saya menyampaikan terima kasih kepada bupati Jayawijaya selaku ketua asosiasi bupati pegunungan yang punya keinginan dan inisiatif melakukan kegiatan seperti ini, ”ujarnya.
Untuk itu, gubernur berharap, dengan Pesparawi, masyarakat Papua dan Papua Barat tetap bersatu untuk membangun Tanah Papua.
“Atas persembahan jamuan makan ini, saya sampaikan terima kasih kepada masyarakat Papua, sedangkan kepada masyarakat Papua Barat, saya sampaikan selamat jalan dan sampai jumpa di Kaimana pada Pesparawi XII tahun 2016 mendatang,”pungkasnya.
Sementara itu, Gubernur Papua Barat dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan staf ahli bidang perekonomian Bernarda Henan mengatakan, pemerintah provinsi Papua Barat memberikan apresiasi atas terselenggaranya Pesparawi XI se Tanah Papua di kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua.
“Saya sebagai  gubernur, berharap pesta akbar ini tidak hanya semata-mata mengutamakan siapa yang menang dan kalah, tetapi yang terpenting adalah penghayatan dan aktualisasi nilai, makna puji-pujian pada waktu bernyanyi merupakan ungkapan syukur dan pengagungan kepada sang pencipta, serta bagaimana Pesparawi ini lebih memaju diri dan memahami bahwa puji-pujian merupakan ungkapan syukur kepada Tuhan,”kata gubernur.
Lanjut gubernur, Pesparawi merupakan sarana untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan umat Kristen dan agama lainnya di Tanah Papua dalam membangun Tanah Papua.  “Oleh karena itu kemampuan dan talenta, hendaknya terus dikembangkan, agar dapat menghasilkan potensi-potensi yang berkualitas. Kepada para juara saya sampaikan selamat atas prestasi yang telah diraih, semoga prestasi terus dipertahankan dimasa mendatang. Bagi yang belum juara, tidak berkecil hati, tetapi terus memacu diri melalui pembinaan paduan suara, vokal grup dan lain-lain,”tandasnya.
Bupati Jayawijaya Wempi Wetipo SH,MH yang juga selaku ketua Asosiasi Bupati se Pegunungan Tengah Papua memberikan penghargaan kepada semua pihak yang memberikan dukungan, sehingga Pesparawi XI se Tanah Papua bisa berjalan sukses.
“Saya mewakili rekan-rekan asosiasi bupati pegunungan, seluruh rakyat Jayawijaya  dan masyarakat pegunungan Papua, menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya, apabila selama Pesparawi ada tutur kata, perbuatan yang tidak menyenangkan,”ujarnya.
“Yang tidak baik, kiranya ditinggalkan biar kami yang memperbaiki, sedangkan yang baik-baik, silahkan bawah pulang ke daerah masing-masing. Selamat jalan saudaraku dan sahabatku, sampai jumpa di Kabupaten Kaimana,”pungkasnya.
Ketua harian Panitia Pesparawi Yohanes Walilo S.Sos,M.Si dalam laporannya mengatakan, Pesparawi XI yang bertema “Aku Hendak Menyanyi Bagi Tuhan Selama Aku Hidup (Mazmur 104:33a), mengukir sejarah baru dengan jumlah peserta yang cukup besar dalam bersukutu dan melayani Tuhan, melalui puji-pujian dan penyembahan.
“Pesparawi XI dilaksanakan selama 10 hari mulai 27 Juni hingga 6 Juli 2013, diikuti 5413 orang berasal dari 37 kontingen se Tanah Papua yakni Provinsi Papua 26 kontingen dengan jumlah peserta 3798 orang dan Provinsi Papua Barat 11 kontingen dengan jumlah peserta 1615 orang belum termasuk undangan dan tamu lainnya,”jelas Walilo.
Lanjut Walilo, kontingen tersebut mengikuti 14 kategori lomba yakni cerdas cermat anak umur 7-13 tahun, baca indah alkitab, solis anak, solis remaja, vocal grup pemuda, paduan suara anak, paduan suara remaja, pria, wanita, pemuda dan etnik.
“Kegiatan ini dibiayai oleh berbagai pihak yakni gubernur Papua, gubernur Papua Barat, bupati Jayawijaya, bupati Mamberamo Tengah, bupati Pegunungan Bintang, bupati Tolikara, bupati Puncak, bupati Puncak Jaya, bupati Yahukimo, bupati Yalimo, LPPD Provinsi Papua, Kanwil Kementrian Agama Provinsi Papua Barat,”paparnya.
“Kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan dan dukungan, kami sampaikan terima kasih, dimana atas bantuannya kegiatan Pesparawi XI Tahun 2013, bisa berjalan baik sesuai yang diharapkan,”tandasnya. 
Sekadar diketahui, penutupan Pesparawi XI diwarnai dengan pengumuman pemenang, dimana juara umum Provinsi Papua diraih kontingen Kabupaten Biak, sedangkan juara umum Provinsi Papua Barat diraih Kabupaten Manokwari . Selain itu untuk memeriahkan kegiatan penutupan, juga dihibur dengan penampilan tarian dari kabupaten Kaimana dan pesta kembang api.
Selain berjalan sukses, penutupan Pesparawi berlangsung aman dan lancar berkat pengamanan dari aparat TNI, Polri dan masyarakat. (lmn/hpp)

sumber: http://harianpagipapua.com

 

 

 

    Cari Berita

    Pengumuman

    Perubahan Penetapan Hari Libur dan Cuti Bersama dalam Rangka Hari Raya Natal Tahun 2018 dan Tahun Baru 2019

    SURAT EDARAN GUBERNUR PAPUA tentang Hari Libur Resmi dalam rangka menyongsong Hari Wafat Isa Almasih (Jumat Agung) dan Perayaan Paskah Tahun 2018

    Surat Edaran tentang Hari Libur dan Cuti Bersama dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriyah 2017

    Surat Edaran Gubernur Papua Terkait Libur Hari Raya Nyepi

    Libur Nasional dan Cuti Bersama 2017 tambah 3 hari

    top