Dinas Kesehatan Jayawijaya Targetkan Eliminasi Malaria Tahun 2027 Bakal di Wujudkan

WAMENA - Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya menargetkan ditahun 2027 akan mengeliminasi malaria, sebab ini program dari Kemenkes RI dimana pada tahun 2030 untuk seluruh indonesia, untuk mendukung langkah tersebut Dinas Kesehatan melakukan pelatihan kepada tenaga dokter selama 5 hari di Wamena.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya Rudi Aibesa, S.KM, M.Kes menyatakan pelatihan yang melibatkan dokter-dokter baik yang bertugas di RSUD Wamena maupun puskesmas dilakukan untuk untuk mengeliminasi malaria ditahun 2027 sesuai dengan visi misi dari Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya.

"Kami berharap pelatikan ini bisa di ikuti dengan baik agar kita bisa membuat satu kesepakatan untuk mengeliminasi malaria di tahun 2027,"ungkapnya di Halaman Gereja GIDI Yerusalem Wamena. Jumat (9/10)

Para dokter dari puskesmas layanan saat mengikuti pelatihan eliminasi Malaria yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya di gedung sekolah Minggu Gereja GIDI Yerusalem Wamena. Jumat (9/10/2026)

Foto : Denny Tonjauw

Menurutnya, strategi yang akan digunakan untuk mengeliminasi malaria saat ini, teman-teman dokter yang saat ini mengikuti pelatihan ini sangat mampu untuk menekan angka penyebaran penyakit malaria di Kabupaten Jayawijaya dalam hal melakukan pemeriksaan secara rutin.

"Jadi kita tahu bersama di Jayawijaya ini sebenarnya malaria tak ada, tapi kalau kedapatan dalam pemeriksaan itu semua impor dari luar Jayawijaya yang terkadang terjadi artinya ada pasien yang sudah kena malaria dari daerah lain, namun sampai di Wamena lalu kumat kembali," jelas Rudi.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya Rudi Aibesa S.KM, M.Kes

Foto : Denny Tonjauw

Ia juga memastikan 99 persen penenganan malaria di Kabupaten Jayawijaya semuanya impor dari luar, sementara yang terjadi di wilayah Jayawijaya itu sangat kurang, oleh karena itu, dinas kesehatan bisa mengeliminasi malaria untuk tahun 2027.

"Kami juga sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui layanan fasiankes yang ada terkait penggunaan kelambu, menjaga kebersihan lingkungan, genangan air, halaman juga tak boleh ada rumput yang tinggi, dan memperhatikan rumah mereka jangan sampai ada tempat bersarang nyamuk," jelas Plt. Kadinkes Jayawijaya

Rudi Aibesa juga memastikan hingga saat ini hingga saat ini belum ditemukan kasus malaria yang parah atau hingga mengakibatkan kematian pada pasien, namun kalau untuk yang rawat jalan itu masih ada dan bisa di sebuhkan pada layanan fasienkes baik yang ada dalam Kota Wamena maupun yang ada di luar Kota Wamena.

"Sampai dengan saat ini kami belum menemukan kasus malaria parah bahkan hingga membuat pasien meninggal dunia, namun untuk rawat jalan masih ada hanya saja ini impor artinya sudah terindikasi dari luar Jayawijaya,"bebernya.

Para dokter dari puskesmas layanan saat mengikuti pelatihan eliminasi Malaria

Foto : Denny Tonjauw

Rudi juga menambahkan, melihat pengendalian yang dilakukan petugas kesehatan baik ditingkat puskesmas layanan di distrik dan RSUD Wamena, memang untuk mewujudkan Jayawijaya eliminasi malaria bisa dilakukan namun tentunya memerlukan dukugan dari semua petugas kesehatan dan masyarakat untuk melihat hal ini.

"Sosialisasi dan pelatihan sudah kita lakukan, kini kita tinggal melakukan penanganan yang tepat saja untuk mewujudkan Jayawijaya Eliminasi malaria 2027," Mantan Pemain Persiwa Wamena. (Denny Tonjauw/Martina Matuan)

    Cari Berita

    Pengumuman

    PERDA RPJMD KABUPATEN JAYAWIJAYA 2025-2029 & RKPD DAN PERPUB FINAL 2026

    PENGUMUMAN BUPATI JAYAWIJAYA PENETAPAN KELULUSAN FORMASI 2024 KABUPATEN JAYAWIJAYA

    Siaran Pers Pendaftaran CPNS Dibuka Mulai 20 Agustus 2024 Pukul 17.08.45 WIB

    Pengumuman Seleksi Penerimaan CPNS Kab. Jayawijaya TA. 2024

    PENGUMUMAN HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PPPK 2023

    PENGUMUMAN PENERIMAAN PPPK JF GURU DAN TENAGA KESEHATAN KABUPATEN JAYAWIJAYA TA. 2023

    top