Yubelium 800 Tahun Santo Fransiskus Asisi, Pemkab Jayawijaya Ajak Umat Khatolik Perkuat Persaudaraan Dan Perdamaian

WAMENA - Pemerintah Kabupaten Jayawijaya mengajak seluruh umat Katolik menjadikan perayaan Yubileum 800 Tahun Santo Fransiskus Asisi sebagai momentum untuk memperkuat persaudaraan, membangun perdamaian, menjaga kelestarian lingkungan, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Perayaan yang mengusung tema “Fransiskus Manusia Damai, Saudara Bagi Semua” dan subtema “Dengan Semangat St. Fransiskus dari Asisi Kita Jadikan YPPK Sebagai Komunitas Belajar yang Damai dan Bersahabat dengan Semua Ciptaan” tersebut berlangsung di Gedung Soska Paroki Kristus Jaya Wamena, Kamis (8/10/2026).

Direktur YPPK Fransiskus Asisi Jayawijaya Edison Mario Wantik, S.Ag., saat menyampaikan sambutan pada perayaan Yubileum 800 Tahun Santo Fransiskus Asisi di Gedung Soska Paroki Kristus Jaya Wamena, Kamis (8/10/2026).

Foto : Fransiska Endama

Pesan tersebut disampaikan dalam sambutan Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H., M.H. yang dibacakan Asisten III Setda Kabupaten Jayawijaya, Lekius Yikwa, S.Pd., M.Si. Bupati Jayawijaya tidak hadir langsung dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa perayaan Yubileum 800 Tahun Santo Fransiskus Asisi bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk merefleksikan kembali perjalanan iman serta nilai-nilai cinta kasih, perdamaian, persaudaraan, dan kepedulian terhadap ciptaan.

Perayaan ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat semangat hidup bersama dengan mengedepankan perdamaian, dialog, saling menghormati, dan menjaga kerukunan di tengah masyarakat.

Foto bersama usai perayaan Yubileum 800 Tahun Santo Fransiskus Asisi di Gedung Soska Paroki Kristus Jaya Wamena, Kamis (8/10/2026).

Foto : Fransiska Endama

Salah satu pesan penting yang disampaikan adalah ajakan untuk menjadi pembawa damai di mana pun berada. Semangat dialog dan saling menghormati menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas, keamanan, kenyamanan, dan kerukunan demi kemajuan Kabupaten Jayawijaya.

Selain membangun perdamaian, umat Katolik diajak meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Keteladanan Santo Fransiskus Asisi yang dikenal memiliki perhatian besar terhadap kelestarian alam menjadi inspirasi untuk bersama-sama menjaga lingkungan sebagai bagian dari kehidupan dan masa depan generasi penerus.

Semangat kesederhanaan dan kepedulian terhadap sesama juga menjadi bagian penting dari perayaan tersebut. Masyarakat diajak untuk tidak hanya memikirkan kepentingan pribadi, tetapi turut membantu mereka yang membutuhkan melalui semangat gotong royong dan kepedulian sosial.

Melalui momentum Yubileum 800 Tahun ini, umat Katolik diharapkan semakin diteguhkan dalam iman dan mampu menjadi saluran berkat, pembawa damai, serta agen perubahan positif di tengah masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Jayawijaya juga menyampaikan apresiasi kepada Gereja Katolik atas kontribusinya dalam pembangunan daerah, khususnya di bidang keagamaan, pendidikan, kesehatan, dan sosial kemasyarakatan.

*Perkuat Persaudaraan di Lingkungan Pendidikan

Direktur YPPK Fransiskus Asisi Jayawijaya, Edison Mario Wantik, S.Ag., mengatakan perayaan Yubileum 800 Tahun Santo Fransiskus Asisi juga menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan dan kerendahan hati di lingkungan pendidikan.

YPPK Fransiskus Asisi Jayawijaya menaungi 31 satuan pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK hingga PKBM.

“Semoga persaudaraan dan kerendahan hati ini bukan hanya sebatas retorika, tetapi benar-benar kami wujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Edison.

Ia mengatakan semangat persaudaraan perlu diwujudkan dalam hubungan antara guru, pimpinan sekolah, yayasan, dan seluruh pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan.

Edison juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya dan Dinas Pendidikan Provinsi Papua Pegunungan atas dukungan yang diberikan kepada lembaga pendidikan. Apresiasi turut disampaikan kepada mitra yayasan, yakni YPK, YPPGI, YAPIS, dan ADVENT yang hadir dalam perayaan tersebut.

Sementara itu, Pastor Aventinus Jenaru OFM, Pengawas Yayasan Keuskupan Jayapura, mengajak seluruh warga sekolah untuk membangun lingkungan pendidikan sebagai sebuah keluarga yang di dalamnya terdapat semangat saling mengasihi, peduli, mendukung, dan mendoakan satu sama lain.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari semangat yang diwariskan Santo Fransiskus Asisi.

“Bumi adalah rumah kita bersama. Maka, mari kita jaga bersama dengan cara merawatnya, peduli terhadap lingkungan dan segala sesuatu yang ada di sekitar kita, serta saling mengasihi satu dengan yang lain,” ujarnya.

Ia berharap semangat perdamaian dan persaudaraan tersebut tidak hanya diterapkan di sekolah, tetapi juga dalam keluarga dan kehidupan masyarakat Kabupaten Jayawijaya. (Fransiska Endama/Martina Matuan)

    Cari Berita

    Pengumuman

    PERDA RPJMD KABUPATEN JAYAWIJAYA 2025-2029 & RKPD DAN PERPUB FINAL 2026

    PENGUMUMAN BUPATI JAYAWIJAYA PENETAPAN KELULUSAN FORMASI 2024 KABUPATEN JAYAWIJAYA

    Siaran Pers Pendaftaran CPNS Dibuka Mulai 20 Agustus 2024 Pukul 17.08.45 WIB

    Pengumuman Seleksi Penerimaan CPNS Kab. Jayawijaya TA. 2024

    PENGUMUMAN HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PPPK 2023

    PENGUMUMAN PENERIMAAN PPPK JF GURU DAN TENAGA KESEHATAN KABUPATEN JAYAWIJAYA TA. 2023

    top