Pelantikan Ketua dan Pengurus PMI Kabupaten Jayawijaya periode 2026-2031
Wamena - Kepengurusan Palang Merah Indonesia (PMI) kabupaten Jayawijaya di lantik oleh PMI Papua di Hotel Pilamo, Rabu 28 Januari 2026.
PMI Papua mengharapkan kepengurusan PMI Kabupaten Jayawijaya dapat menjalankan tugas-tugas kemanusiaan di daerah setempat.
Ludya E. Logo dilantik sebagai ketua PMI Kabupaten Jayawijaya periode 2026-3031 bersama 14 pengurus lainnya resmi dilantik oleh Ketua PMI Papua Zakius Degei di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Pelantikan PMI Kabupaten Jayawijaya di hotel baliem pilamo, Rabu, 28 Januari 2025
Foto : Media Pemda jayawijaya
Zakius Degei mengatakan pengurus PMI Kabupaten Jayawijaya yang berjumlah 15 orang setelah dilantik pada saat ini supaya dapat terus bergerak dalam pelayanan tugas-tugas kemanusiaan lima tahun ke depan.
“Kami berharap pengurus PMI Kabupaten Jayawijaya dapat menjalankan tugas-tugas kemanusiaan di daerah ini. Dan kami pastikan pelantikan yang dilaksanakan saat ini telah sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) PMI,” katanya.
Menurutnya, hal utama yang harus dilakukan kepengurusan PMI Kabupaten Jayawijaya adalah pengembangan relawan khususnya pembinaan Palang Merah Ramaja (PMR) di tingkat sekolah.
“Kami juga mendorong supaya sosialisasi palang merah dapat terus dilakukan di tengah-tengah masyarakat di Kabupaten Jayawijaya. Kami juga mendorong tentang isu ketersediaan darah yang juga dipastikan terus tersedia di daerah ini,” ungkapnya.
Ketua PMI Papua juga mengajak PMI Kabupaten Jayawijaya juga dapat melihat secara dekat konflik-konflik sosial yang terjadi di masyarakat, ada apa upaya yang harus dilakukan sebagai organisasi palang merah.
“Kami berharap pengurus PMI Kabupaten Jayawijaya setiap melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan supaya dapat terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam menjaga komunikasi antar lembaga,” katanya.
"Saya harap kehadiran PMI Kabupaten Jayawijaya dapat membantu mensosialisasikan kepada masyarakat supaya dapat melakukan donor darah untuk kepentingan kesehatan dan kemanusiaan, tuturnya. (Agris Wistrijaya/ Martina Matuan)