Suku Walak Luncurkan Noken Pelangi di Kampung Manda, Bupati Jayawijaya Siap Tetapkan Jadi Identitas Resmi

Wamena - Suku Walak secara resmi meluncurkan Noken Pelangi dalam sebuah acara budaya yang berlangsung pada 24 Januari di Kampung Manda, Distrik Bugi, Kabupaten Jayawijaya. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Jayawijaya bersama pejabat daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat dan warga setempat.

Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, S.H.,M.H berfoto bersama mama-mama pengrajin noken pelangi suku Walak saat peluncuran Noken Pelangi di kampung Manda, Distrik Bugi, Jumat(24/1)

Foto : Fransiska Endama

Peluncuran Noken Pelangi menjadi momentum penting dalam penguatan identitas budaya masyarakat Walak. Noken dengan warna pelangi tersebut melambangkan persatuan, harapan, dan jati diri orang Walak di Kabupaten Jayawijaya.

Dalam sambutannya, Bupati Jayawijaya menyampaikan makna pelangi sebagai tanda berkat Tuhan bagi suatu daerah.

“Kota yang diberkati Tuhan, tanda akhirnya itu muncul pelangi. Karena itu Noken Pelangi ini punya arti besar, bukan hanya kerajinan, tetapi simbol berkat dan persatuan,” ujar Bupati.

Ia juga menilai Suku Walak layak menjadi contoh bagi masyarakat Jayawijaya.

“Suku Walak bisa menjadi contoh bagi Jayawijaya karena cara hidup mereka yang baik, saya tidak pernah dengar suku walak bikin onar, mabuk dan bikin kacau ” tambahnya.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Jayawijaya akan menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) agar Noken Pelangi ditetapkan sebagai identitas resmi orang Walak.

“Noken pelangi ini akan kita buatkan Perda, sehingga menjadi identitas orang Walak dan dilindungi secara hukum,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Jayawijaya juga meresmikan Sekretariat Noken Pelangi Suku Walak yang ditandai dengan penguntingan pita.

Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, S.H.,M.H  melakukan pengguntingan pita sebagai tanda peresmian Sekretariat Noken Pelangi Suku Walak di Kampung Manda, Distrik Bugi, Jumat(24\1).

Foto : Fransiska Endama

Selain peluncuran, acara ini dirangkaikan dengan pameran produk masyarakat Walak, mulai dari noken pelangi, sepatu rajut pelangi, baju rajut, hingga kopi asli Walak. Produk-produk tersebut menjadi bukti kreativitas masyarakat dalam mengembangkan ekonomi berbasis budaya. Harga noken pelangi dipasarkan dengan kisaran Rp300 ribu hingga Rp800 ribu, tergantung ukuran dan tingkat kerumitan motif.

Sementara itu, Ketua Noken Pelangi, Ibu Gemina Kenelak, menyampaikan terima kasih atas kunjungan Bupati Jayawijaya ke Kampung Manda.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Bupati. Kunjungan ini menjadi motivasi besar bagi kami mama-mama pengrajin Noken Pelangi,” ujar Gemina.

Ia juga berharap adanya dukungan pemerintah untuk pengembangan produksi.

“Kami juga berharap pemerintah bisa membantu kami dengan mesin jahit, supaya hasil rajutan dan produk kami bisa lebih banyak dan berkualitas,” tambahnya.

Gemina menegaskan, Noken Pelangi bukan hanya simbol budaya, tetapi juga sumber penghidupan bagi mama-mama Walak.

Peluncuran Noken Pelangi di Kampung Manda ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan budaya lokal sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Suku Walak melalui ekonomi kreatif. (FE/MM)

    Cari Berita

    Pengumuman

    PENGUMUMAN BUPATI JAYAWIJAYA PENETAPAN KELULUSAN FORMASI 2024 KABUPATEN JAYAWIJAYA

    Siaran Pers Pendaftaran CPNS Dibuka Mulai 20 Agustus 2024 Pukul 17.08.45 WIB

    Pengumuman Seleksi Penerimaan CPNS Kab. Jayawijaya TA. 2024

    PENGUMUMAN HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PPPK 2023

    PENGUMUMAN PENERIMAAN PPPK JF GURU DAN TENAGA KESEHATAN KABUPATEN JAYAWIJAYA TA. 2023

    Perubahan Penetapan Hari Libur dan Cuti Bersama dalam Rangka Hari Raya Natal Tahun 2018 dan Tahun Baru 2019

    top