Yohanes Walilo Jabat Ketua PMI Jayawijaya

WAMENA-Guna memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam situasi darurat (bencana sosial) yang terjadi di Jayawijaya, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Papua melantik badan pengurus PMI cabang Kabupaten Jayawijaya.

Pelantikan pengurus PMI cabang Kabupaten Jayawijaya itu dilakukan oleh ketua PMI Provinsi Papua Drs.Johines Safkaur, MM di gedung Sasana Wio Kabupaten Jayawijaya, Rabu (20/3/2013) kemarin.
Ketua PMI Kabupaten Jayawijaya masa periode 2013-2018 yang dilantik adalah Plt.Sekda Kabupaten Jayawijaya Yohanes Walilo, S.Sos, M.Si. Pelantikan itu juga dilakukan bersamaan dengan pengesahan dewan kehormatan PMI Kabupaten Jayawijaya yang diketuai oleh H. Maskur Adam, S.IP.
Ketua PMI Provinsi Papua Drs.Johines Safkaur, MM dalam sambutannya meminta kepada para pengurus yang telah dilantik agar bekerja dan berkarya untuk mendorong PMI Kabupaten Jayawijaya dalam melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan.
“Pengurus PMI yang dilantik ini harus benar-benar bersatu dan mempersiapkan program kerja demi melayani masyarakat Jayawijaya dalam situasi krisis. Seperti yang pernah disampaikan oleh Ketua PMI pusat Yusuf Kalla, bahwa melakukan tindakan penyelamatan lebih cepat lebih baik,”kata Safkaur.
Salah satu peran penting PMI Kabupaten Jayawijaya kata Safkaur adalah dapat menjalankan misi-misi kemanusiaan dan memerankan diri sebagai lembaga kemanusian selalu aktif dalam penanganan masalah-masalah kemanusian.
“Palang Merah Indonesia (PMI) adalah salah satu lembaga negara yang perlu dijaga keprofesionalismenya dalam melakukan tugas-tugas kemanusian dengan netral, mandiri dan tidak punya kepentingan tertentu seperti politik, agama dan golongan, sesuai dengan tujuh prinsip PMI,”jelasnya.
“Jadi, PMI jangan melihat dari sebelah mata, tetapi PMI adalah salah satu lembaga penting yang akan menjadi mitra pemerintah untuk menjalankan misi kemanusiaan di daerah,”sambungnya.
Menurut Safkaur, PMI harus bisa bermitra dengan Komisi Penangulangan Aids (KPA) daerah dan lembaga-lembaga kemanusiaan nasional maupun internasional, dimana PMI tidak hanya untuk melakukan tugas penyediaan darah, namun terjun langsung ke daerah-daerah konflik maupun daerah-daerah yang sedang mengalami bencana alam.
“Saya harapkan adalah melakukan aksi donor darah untuk menolong sesama kita yang sakit atau yang membutuhkan darah. Kemudian, yang kedua kesiapsiagaan dalam penangulangan bencana yang terjadi di daerah ini dan melakukan perekrutan para relawan PMI remaja mahasiwa dan pemuda untuk membantu masyarakat dalam kondisi bencana,”harapnya.
Sementara itu, Plt.Sekda Jayawijaya Yohanes Walilo, S.Sos, M.Si saat membacakan sambutan bupati Jayawijaya mengatakan, tugas yang diemban oleh pengurus PMI terpilih adalah meringankan penderitaan sesama manusia yang disebabkan oleh bencana dengan tidak membedakan suku, ras, agama dan pandangan politik.
“Kehadiran PMI di Kabupaten Jayawijaya pada tahun 2007 hingga saat ini telah melaksanakan dua kegiatan prioritas, yaitu pembinaan palang merah di sekolah-sekolah di Jayawijaya. Kegiatan prioritas yang dilakukan di sekolah-sekolah adalah, untuk memberikan rasa impatik saling tolong menolong dalam korban bencana,”jelasnya.
Kegiatan kedua yang sama dengan itu adalah, kegiatan donor danar, dimana kegiatan donor darah tersebut sudah dilakukan secara rutin untuk membantu masyarakat yang membutuhkan darah di Rumah Sakit Umum (RSUD) Wamena.
“RSUD Wamena adalah rumah sakit rujukan bagi beberapa daerah Pegunungan Tengah Papua, dimana hamper setiap harinya kurang lebih mengumpulkan 61 kantong darah yang sudah melalui uji saring sehingga pada tahun 2012 telah berhasil menghimpun 734 kantong. Darah tersebut diperoleh dari pendonor suka relah maupun melakukan pendonoran secara mobile,”jelas Walilo.
Kepada pengurus yang telah dilantik, selain melanjutkan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh pengurus lama, agar segera melakukan rekruitmen relawan-relawan PMI untu melakukan tugas-tugas kemanusiaan pada korban bencana dan korban lainnya.
Dia juga sampaikan banyak terima kasih kepada para pengurus lama yang telah menjalankan tugasnya selama lima tahun, semoga apa yan telah saudara lakukan mendapatkan imbalan dari Tuhan yang maha esa.
“Selain itu, saya juga banyak ucapkan terima kasih kepada Unit Transfusi Darah (UTD) Wamena yang selama ini melayani masyarakat untuk mendonorkan daranya untuk pasien yang sakit. Kepada masyarakat juga, karena masyarakat selama ini punya banyak peran untuk mentransfusikan daranya untuk masyarakat lain yang sedang membutuhkan darah,”tandasnya. (ely/lmn/hpp)

sumber: http://harianpagipapua.com

    Cari Berita

    Pengumuman

    Perubahan Penetapan Hari Libur dan Cuti Bersama dalam Rangka Hari Raya Natal Tahun 2018 dan Tahun Baru 2019

    SURAT EDARAN GUBERNUR PAPUA tentang Hari Libur Resmi dalam rangka menyongsong Hari Wafat Isa Almasih (Jumat Agung) dan Perayaan Paskah Tahun 2018

    Surat Edaran tentang Hari Libur dan Cuti Bersama dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriyah 2017

    Surat Edaran Gubernur Papua Terkait Libur Hari Raya Nyepi

    Libur Nasional dan Cuti Bersama 2017 tambah 3 hari

    top