Situasi Wilkum Polres Jayawijaya Kondusif

 

 

 

WAMENA-Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Jayawijaya, AKBP Fernando Sances Napitupulu S.Ik mengatakan, secara umum situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum (Wilkum) Polres Jayawijaya dalam kondisi aman dan kondusif. Hal itu diungkapkan Kapolres kepada Harian Pagi Papua melalui telepon selulernya, terkait hari H pelaksanaan pesta demokrasi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) gubernur dan wakil gubernur provinsi Papua yang berlangsung, Selasa (29/1/2013) kemarin.

Dikatakan, terciptanya situasi yang aman dan kondusif tersebut, tidak terlepas dari peran serta dan seluruh lapisan masyarakat, dimana Polres Jayawijaya membawahi lima kabupaten yakni Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Lanny Jaya, Kabupaten Mamberamo Tengah, Kabupaten Yalimo dan Kabupaten Nduga.
“Sejak pagi hingga saat ini (sore kemarin) situasi kondusif, untuk pengamanan dibagi dalam 3 wilayah, setiap wilayah dipimpin perwira di jajaran Polres Jayawijaya, selain itu saya secara langsung turun ke lapangan memantau pelaksanaan, dan semua berjalan aman, semua ini berkat dukungan dan doa bersama yang dilaksanakan sehari sebelum hari pencoblosan,”ujarnya.
Sekadar diketahui, sehari sebelum pencoblosan dilaksanakan doa bersama pengamanan Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua, di Mapolres Jayawijaya, dimana pemuka agama dari 4 agama yang ada di Jayawijaya memimpin doa sesuai dengan agama masing-masing, agama Islam dipimpin Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jayawijaya, H. Solahudin, agama Kristen Protestan Pdt Abraham Ungirwalu, Kristen Katolik Pastor Jhon Clau dan dari Hindu dipimpin Dewa Ketut Kartika.
Sementara itu pantauan Harian Pagi Papua di kota Wamena, aktifitas masyarakat berjalan normal seperti biasa, hanya saja sebagian besar toko dan ruko tutup, sedangkan di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS), pelaksanaan pencoblosan molor dari waktu yang dijadwalkan, misalnya di TPS 12, TPS 13 hingga pukul 10.00 wit belum melakukan pencoblosan.
Dari informasi yang dihimpun molornya waktu pencoblosan ini dikarenakan warga minimnya warga dan kurangnya kesiapan penyelenggara, bahkan warga yang mendatangi TPS mengaku jika tidak memiliki kartu pemilih. “Tidak ada kartu pemilih, bingung mau coblos dimana,”kata Yusuf yang mengaku sudah mendatangi dua TPS.
Sedangkan pantauan Harian Pagi Papua, di TPS 10 di SD YPK Betlehem Wamena, meski tanpa kartu pemilih dan tanpa memeriksa Kartu Tanda Penduduk (KTP), proses pemungutan suara berjalan lancar.  (lmn)

sumber: http://www.harianpagipapua.com

 

 

 

    Cari Berita

    Pengumuman

    Perubahan Penetapan Hari Libur dan Cuti Bersama dalam Rangka Hari Raya Natal Tahun 2018 dan Tahun Baru 2019

    SURAT EDARAN GUBERNUR PAPUA tentang Hari Libur Resmi dalam rangka menyongsong Hari Wafat Isa Almasih (Jumat Agung) dan Perayaan Paskah Tahun 2018

    Surat Edaran tentang Hari Libur dan Cuti Bersama dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriyah 2017

    Surat Edaran Gubernur Papua Terkait Libur Hari Raya Nyepi

    Libur Nasional dan Cuti Bersama 2017 tambah 3 hari

    top