Peletakan Batu Pertama Gedung Otonom

Peletakan batu pertama pembangunan Gedung Kantor Otonom yang diberi nama Weneule Hubi, secara resmi dilaksanakan pada hari selasa ( 19/6 ) oleh Bupati Jayawijaya, Wempi Wetipo, S.Sos, SH, M.Par. yang disaksikan Ketua I dan II DPRD Jayawijaya, Agustina Walilo, dan Alexandria Morin, Ketua Pengadilan Negeri Wamena, Timotius Tjemi, SH, Dandim 1702 Jayawijaya, Letkol Inf. Eventius Teddy Danarto, Kapolres Jayawijaya, AKBP Alfian Budianto, SH, MH, Sekda Jayawijaya, Benyamin Arisoy, SE, M.Si, serta para Kepala SKPD dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya.

Bupati Wempi Wetipo mengatakan, Pembangunan Gedung Kantor Otonom Weneule Hubi ini adalah yang terbesar dan termegah di wilayah Pegunungan Tengah bahkan di Provinsi Papua, bangunan berlantai tujuh ini dibangun dengan ketinggian   mencapai 25,5 meter , yang nantinya akan digunakan jadi gedung perkantoran bagi dua belas SKPD dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya.

Dijelaskan Pembangunan Gedung Kantor Otonom Weneule Hubi yang akan dibangun ini sudah dirancang khusus untuk tahan gempa mengingat tinggi bangunan yang mencapai 25,5 meter diperlukan pondasi yang kuat dengan struktur tanah yang labil sehingga bangunan tersebut menggunakan tiang pancang dengan pondasi batu bata ringan setinggi satu meter, sedangkan dindingnya menggunakan bahan aluminium dengan konstruksi rangka baja ringan untuk mengurangi beban bangunan, sehingga nantinya  bangunan yang mencapai tujuh lantai ini mempunyai tingkat keamanan yang terjamin.

Untuk pengerjaan bangunan Gedung Kantor Weneule Hubi , sudah dimulai sejak pemancangan tiang pertama  diperkirakan selesai sebelum pelaksanaan Pesparawi tingkat Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat yang akan dilaksanakan pada bulan Juli 2013 di Wamena,  untuk menyambut   perhelatan akbar tersebut Kabupaten Jayawijaya telah mempersiapkan  diri dengan sebaik-baiknya guna menyambut duta-duta rohani dari berbagai daerah yang ada di Provinsi Papua dan Papua Barat, untuk itu Kabupaten Jayawijaya sudah bertekad akan menjadi tuan rumah yang baik dalam pelaksanaan Pesparawi 2013 dengan mempercantik wajah Kota Wamena dan memperbaiki fasilitas umum yang ada serta akan memberikan pelayanan yang memuaskan kepada seluruh peserta Pesparawi yang datang ke Wamena, sebab  diperkirakan jumlah peserta Pesparawi mencapai 6.000 orang dari 42 Kabupaten/ Kota yang ada di Papua dan Papua Barat, sehingga butuh tempat yang memadai untuk tempat penginapan peserta Pesparawi, dengan demikian pengerjaan Gedung Kantor Otonom Weneule Hubi akan dipercepat pembangunannya agar dapat menampung sebagian peserta Pesparawi tahun 2013 dengan nyaman selama berada di Wamena, “ kita sudah punya komitmen,bahwa pelaksanaan pesparawi di Wamena akan menjadi barometer bagi daerah lain nantinya, dan kita akan tunjukkan kalau kita mampu melaksanakan even-even berskala besar dengan sukses dan lancar “ tegas Bupati Wetipo.

Terkait dengan pemberian nama Gedung Kantor Otonom Weneule Hubi, Bupati Wetipo menjelaskan bahwa Weneule Hubi adalah salah seorang tokoh adat dan juga sebagai Kepala Suku Besar di Lembah Baliem yang mempunyai peranan dalam kemajuan pembangunan di Kabupaten Jayawijaya “ ini merupakan bentuk penghargaan Pemerintah Daerah kepada para tokoh-tokoh adat di daerah ini, para tokoh adat ini mempunyai jasa yang sangat besar untuk kemajuan Jayawijaya “  jelas Bupati Wetipo.

Disamping nama tokoh adat Weneule Hubi, masih ada beberapa nama tokoh adat yang akan diabadikan namanya untuk mengenang jasa-jasa para tokoh adat tersebut dalam membantu Pemerintah untuk memajukan daerah ini, yaitu Silo Sukarno Doga namanya akan diabadikan di  pusat perbelanjaan Mall yang sedang dalam tahap penyelesaian saat ini, kemudian tokoh adat Hukumearek Asso akan diabadikan namaya pada Gedung Pertemuan yang masih dalam tahap pembangunan, sedangkan untuk Alun-Alun Kota akan digunakan nama Wio Silimo,  ini merupakan cermin kepedulian Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya terhadap budaya daerah dan menjadikannya  ciri khas dan jati diri daerah, dengan harapan  generasi muda tidak melupakan akar budayanya dan  mampu memaknai semangat para tokoh adat Jayawijaya tersebut untuk dijadikan modal dalam berkarya dalam memajukan pembangunan di daerah ini demi kesejahteraan seluruh masyarakat di Kabupaten Jayawijaya.
Pada kesempatan yang sama Bupati Jayawijaya, Wempi Wetipo, S.Sos, SH, M. Par kembali menegaskan kepada para penghuni yang masih ada di komplek gedung kantor otonom yang sedang dikerjakan saat ini , agar secepatnya mengosongkan perumahan yang ada di lokasi gedung otonom karena kompensasi kepada penghuni sudah dibayarkan sebesar Rp.750.000.000,-“ jadi sudah tidak ada alasan lagi untuk tidak mengosongkan rumah yang ada disekitar lokasi pembangunan gedung otonom “ tegas Bupati Wempi. (hr)

    Cari Berita

    Pengumuman

    Perubahan Penetapan Hari Libur dan Cuti Bersama dalam Rangka Hari Raya Natal Tahun 2018 dan Tahun Baru 2019

    SURAT EDARAN GUBERNUR PAPUA tentang Hari Libur Resmi dalam rangka menyongsong Hari Wafat Isa Almasih (Jumat Agung) dan Perayaan Paskah Tahun 2018

    Surat Edaran tentang Hari Libur dan Cuti Bersama dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriyah 2017

    Surat Edaran Gubernur Papua Terkait Libur Hari Raya Nyepi

    Libur Nasional dan Cuti Bersama 2017 tambah 3 hari

    top