13 Mar

50 Peserta Ikut TOT Seni Tari Kreasi dan Vocal Group Etnik Jayawijaya

| 13 Maret 2018

WAMENA -  Untuk melestarikan kultur budaya Papua khususnya di Lembah Agung Jayawijaya, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya memberikan perhatian serius terhadap adat istiadat seni agar tidak punah oleh perkembangan dunia yang makin pesat dewasa ini. Melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata  selaku instansi teknis telah menyelenggarakan Training of Training (ToT) bagi 50 orang tenaga pendidik (SD,SMP,SMA) dan Perguruan Tinggi serta pemilik sanggar seni dibuka secara resmi Asisten 2 Yohanis Katoleng Senin (12/3) di Hotel Grand Santika Wamena.


“Pelatihan ini bertujuan untuk menciptakan tenaga-tenaga terampil, berjiwa seniman yang memiliki kreasi tinggi yang berkaitan erat dengan nuansa kearifan lokal masyarakat Jayawijaya,” kata Yohanis.

 

“Kami harap para pelatih seni yang dihasilkan nantinya akan kembali ke sanggar dan sekolahnya masing-masing,mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk mengikuti festival seni kreasi yang akan dilaksanakan pada April 2018 mendatang,” ungkapnya.


Menurutnya, kegiatan ToT bagi pelatih seni yang baru pertama kalinya dilaksanakan ini memiliki nilai positif dan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya akan memberi dukungan sepenuhnya,” ujarnya.

 

“Selain itu lanjut Yohanis, pelestarian adat dan budaya etnik Jayawijaya ini merupakan cara yang sangat tepat untuk mengantisipasi generasi muda Jayawijaya terhadap pengaruh budaya dari luar.”Saat ini sudah memasuki era keterbukaan dan pasar bebas, namun untuk kultur budaya etnik Jayawijaya tidak boleh tergerus dengan budaya dari luar,” tegas Yohanis.


“Bagi generasi muda yang memiliki bakat dan talenta sejak lahir,dapat mengapresiasikannya untuk mengangkat budaya Jayawijaya ke permukaan,dapat lebih dikenal di Indonesia dan manca negara,” ujarnya.


Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Drs. Alpius Wetipo melaporkan, pelaksanaan ToT bagi guru dan pemilik sanggar seni bertujuan untuk menciptakan pelatih seni yang handal dan profesional. “Para pelatih seni yang memiliki kompetensi itu nantinya akan dilibatkan dalam penjurian kegiatan lomba seni atau vocal grup etnik Jayawijaya, karena selama ini pihaknya selalu mendatangkan juri dari luar,” ujarnya.

 

“Melalui kegiatan ini kami membuka peluang seluas-luasnya bagi guru dan pelatih sanggar seni untuk berdiskusi dan mencari solusi terbaik untuk melestarikan etnik budaya Jayawijaya. “Tidak sebatas pada kegiatan yang dilaksanakan 2 hari ini saja (12-13/3), tapi pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang dipimpinnya tetap menerima bagi para pecinta seni kreasi etnik Jayawijaya untuk berkonsultasi,” imbuhnya. (Vin/JS)


Komentar  (0)


Silahkan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar

Jika belum terdaftar silahkan Registrasi terlebih dahulu

Atau gunakan akun google anda untuk registrasi

Berita terakhir

18 Mei 2018

WAMENA – Kafilah/Kontingen Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kab...

18 Mei 2018

WAMENA  – Guna memberikan pemahaman kepada Aparatur Sipil...

18 Mei 2018

Pemda Anggarkan 600 Juta Untuk Hidupkan Lift Di Gedung Otonom
...

16 Mei 2018

Pemkab Jayawijaya 3 Tahun Berturut-turut Raih WTP,

Peme...

08 Mei 2018

Pemerintah Kabupaten Jayawijaya secara simbolis menyerahkan 342 Kart...

19 Maret 2018

WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menggelar Monitoring dan Evaluasi Laporan Dana Des...