22

Pagelaran FBLB Menjadi Daya Tarik Wisata Domestik dan Mancanegara

| 22 Agustus 2016

WAMENA (HPP) – Kepala Distrik Walesi Herman Elopere selaku pemiliki wilayah tempat dilangsungkannya pagelaran seni Festival Budaya Lembah Baliem ke-27 menyampaikan terimaksih kepada Pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang telah membuka lokasi di distrik Welesi untuk dijadikan sebagai salah satu lokasi pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB). Menurutnya dengan dibukanya lokasi Festival Budaya Lembah Baliem di distrik Welesi, ikut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang ada di distrik tersebut. Ia juga menyampiakan terimaksih atas partisipasi seluruh distrik yang ikut ambil bagian dalam FBLB dengan berbagai atraksi budaya asli yang ada di Lembah Baliem. “Meskipun beberapa fasilitas masih belum lengkap namun saya bangga karena pagelaran budaya ini dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancer sesuai yang diharapkan semua pihak,” kata Herman. “Tempat FBLB ini memang masih harus dibenahi lagi, namun pada tahun 2017 kami harapkan seluruh fasilitas yang diperlukan di lokasi FBLB ini dapat dilengkapi, hal itu bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi para wisatawan domestik dan wisatawan manca Negara yang menghadiri acara akbar ini,” pungkasnya. Di tempat yang sama Wiby salah seorang wisatawan domestik yang baru pertama kali menyaksikan pagelaran FBLB ini mengatakan, sangat terkesan dengan panorama alam lembah baliem serta atraksi perang-perangan yang disajikan dalam rangkaian acara festival tertua di papua ini. “Saya sudah cukup lama dengar tentang festival ini yang informasinya melalui website Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dan beberapa media social lainnya, hanya saja baru kali ini bisa langsung hadir menyaksikannya,” ujarnya. Wamena selain nuansa alamnya yang indah dan udaranya sejuk, yang menarik dari festival ini adalah atraksi perang-perangan yang masih sangat natural,” kata pria asal Jakarta ini. Lanjutnya paket wisata yang ditawarkan juga sangat menarik, terutama perjalanan ke danau habema, melintasi kawasan hutan Laurens, melihat langsung Mumi Wim Motoh Mabel di kampung Kurulu dan beberapa destinasi wisata lainnya. Hanya saja sebagai masukan kepada pemerintah daerah dirinya berharap kedepan beberapa fasilitas seperti penginapan, rumah makan, dan toilet umum di lokasi festival perlu ditambah. “Kalau sempat kita ingin kembali lagi, selain di Wamena kita juga akan berkunjung dibeberapa daerah wisata di Papua,” pungkasnya. (Vin)


Komentar  (0)


Silahkan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar

Jika belum terdaftar silahkan Registrasi terlebih dahulu

Atau gunakan akun google anda untuk registrasi

Berita terakhir

19 September 2017

WAMENA  – Kesetaraan Gender sebagai salah satu langkah un...

19 September 2017

Wamena  – Perhatian Pemerintah Pusat terhadap masyarakat ...

19 September 2017

WAMENA  – Bupati Jayawijaya Wempi Wetipo, SH, MH yang diw...

09 September 2017

Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya terus berbenah diri d...

26 Agustus 2017

WAMENA  – Minat wisatawan domestik dan wisatawan mancaneg...

25 Agustus 2017

WAMENA – Meski peringatan Hari ulang Tahun Kemerdekaan RI ke 7...