03 Mar

Mama Pedagang Asli Papua Demo Damai

| 03 Maret 2015

WAMENA – Puluhan pedagang sayur putra asli Papua melakukan aksi demo damai di depan kantor bupati Jayawijaya Senin (2/3) siang. Aksi demo yang berbuntut keributan itu dipicu perlakukan petugas satpol PP yang mengambil secara paksa sayur mayur milik mama-mama pedagang asli Papua yang kembali berjualan di jalan Sulawesi. “Kami tidak terima jualan kami diambil oleh petugas satpol PP, oleh karena itu kami minta ganti rugi kepada pemerintah,” kata salah seorang mama dalam orasinya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Jayawijaya Yohanes Walilo, S.Sos, M.Si yang menerima pendemo dalam kesempatan itu mengatakan, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya akan bersikap tegas kepada para pedagang yang melanggar aturan. “Pedagang non asli Papua maupun asli Papua akan diberikan sangsi yang sama bila melanggar aturan,” tegas Sekda Walilo.
“Pasar Putikelek yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dengan dana Milyaran rupiah diperuntukkan bagi mama-mama asli Papua untuk berjualan, kalau mama-mama kembali berjualan di jalan Sulawesi (tempat yang lama) jelas akan ditertibkan oleh petugas ,” tegas Sekda Walilo lagi.
“Bagi pedagang non asli Papua tidak boleh menggelar dagangannya di depan kios, pedagang asli Papua tidak boleh berjualan di perempatan jalan, di atas trotoar, Jalan Sulawesi atau disemua ruas jalan. Kalau ada yang melanggar jelas akan ditertibkan,” ujarnya.
Menurutnya pembangunan pasar Putikelek oleh Pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang diperuntukkan bagi orang asli Papua merupakan jawaban yang sangat tepat untuk mensejahterakan kehidupan rakyat Jayawijaya. “Niat pemerintah baik, hal itu adalah bukti bahwa pemerintah sangat serius dan perduli terhadap kehidupan rakyatnya sendiri,” ujarnya.
“Memang untuk berdagang pasti ada resiko yang harus diterima, seperti sayur mayor yang tidak habis terjual. Namun hal itu harus dibarengi dengan kesabaran dan ketekunan serta kerja keras secara terus menerus untuk meraih tujuan yang diinginkan. “Semua itu melalui proses dan tidak bias terjadi secara instan,” jelas Walilo panjang lebar.
Meski mendapat penjelasan panjang lebar dari Sekda Walilo, nampaknya mama-mama penjual sayur mayur itu tak menerima begitu saja, bahkan mereka membuang sayur mayur di depan kantor bupati namun dapat diatasi oleh petugas satpol PP yang selanjutnya membubarkan diri dengan tertib.
 

 

 

 


Komentar  (0)


Silahkan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar

Jika belum terdaftar silahkan Registrasi terlebih dahulu

Atau gunakan akun google anda untuk registrasi

Berita terakhir

07 Maret 2019

WAMENA - Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, pada tahun 2019 ini akan m...

09 Maret 2019

WAMENA  – Sebagai komitmen pemeritah daerah bersama selur...

09 Maret 2019

WAMENA   – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya kembali m...

09 Maret 2019

WAMENA – Guna meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat...

09 Maret 2019

WAMENA  – Mencegah penyebaran penyakit cacingan, Dinas Ke...

05 Maret 2019

WAMENA  – Guna meningkatkan pelayanan kesehatan di wilaya...