18

57 Narapidana Di Lapas Wamena Dapat Remisi

| 18 Agustus 2014

 Wamena -  Bupati  Wempi Wetipo dan Wakil bupatI  Jhon R. Banua serta MUSPIDA berkunjung ke LAPAS Wamena  untuk menyerahkan SK.  Remisi dari Kementrian Hukum dan HAM kepada 57 para narapidana yang  berhak mendapatkan remisi hukuman yang berlangsung di lapas.

Dalam sambutan Menteri Hukum dan HAM RI Amir Syamsudin, yang dibacakan Bupati Jayawijaya Wempi Wetipo. SH. MH, mengingatkan, bahwa kita sebagai unsur pemerintah yang membidangi Hukum dan HAM akan mengambil peran sesuai dengan tugas dan fungsi Kementerian Hukum dan HAM, antara lain pengembangan fungsi-fungsi kebijakan pembentukan hukum, penerapan hukum, pelayanan hukum dan kebijakan penegakan hukum yang memiliki posisi strategis dalam pembangunan sistem hukum di Indonesia.
Kebijakan penegakan hukum Kementerian Hukum dan HAM bidang pemasyarakatan telah melakukan terobosan yaitu melalui implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 yang intinya adalah mengatur tentang pengetatan syarat dan tata cara pemberian Remisi, Asimilasi, dan Pembebasan Bersyarat bagi pelaku tindak pidana terorisme, narkotika dan prekursor narkotika, psikotropika, korupsi, kejahatan terhadap keamanan negara dan kejahatan Hak Asasi Manusia yang berat, serta kejahatan transnasional terorganisasi lainnya.
Hal ini didasarkan karena kejahatan-kejahatan tersebut mengganggu keamanan negara.
Oleh karenanya, kita harus terus menerus berupaya melakukan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat sebagai wujud tanggung jawab eksekutif dalam berkinerja yang akuntabel dan transparan. Hal ini juga sebagai wujud komitmen kita.
Walau bangsa Indonesia sudah merdeka, namun masih banyak tantangan, masalah baik itu konflik, beban hidup atau masalah ekonomi, perampasan hak, sumber daya yang masih rendah, penghilangan nyawa. Oleh karena itu, beban sebagai pemimpin bukan hanya mengandalkan visi namun juga intelektualitas, etika dan moral yang baik,berkualitas sebagai pemimpin masa depan.
Syarat-syarat Pemberian remisi adalah bagi mereka yang berprestasi baik sebagaimana yang diamanatkan dalam UU No. 12 Tahun 1995 tentang remisi serta Keputusan Presiden  No. 174 Tahun 1999 tentang Pembinaan Remisi.
Remisi juga sebagai upaya  untuk narapidana agar berkelakuan baik,  memberikan semangat sehingga nantinya mereka berada dimasyarakat dapat menunjuklan sikap yang baik jauh dari apa yang di pikirkan, selain itu untuk mengurangi beban yang semakin tinggi bagi Lapas.
Diharapkan kepada mereka yang belum dapat remisi supaya dapat tunjukan sikap yang baik dan norma-norma yang ada sehingga nantinya  bisa mendapatkan remisi.
Sementara itu Kepala kalapas Wamena Daniel Rumsowek. S.Pd, mengatakan bahwa pemberian remisi adalah merupakan penghargaan dari pemerintah kepada narapidana karena telah menjalankan masa tahanannya dengan prestasi, dengan meningkatkan karakter yang baik. Dikatakan bahwa  napi di LAPAS berjumlah 57 orang dan yang kami ajukan untuk mendapatkan remisi sebanyak 30 orang sedangkan 26 orang SK nya sudah diturunkan dari Kemenham dan  sisa 4 SK masih dalam proses, tandasnya.
Kami berharap supaya ada kerjasama antara Pemerintah Daerah dan pihak Lapas karena napi binaan ini juga sebagai warga masyarakat di daerah ini yang perlu mendapatkan pembinaan selanjutnya.

 

 

 


Komentar  (0)


Silahkan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar

Jika belum terdaftar silahkan Registrasi terlebih dahulu

Atau gunakan akun google anda untuk registrasi

Berita terakhir

07 Maret 2019

WAMENA - Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, pada tahun 2019 ini akan m...

09 Maret 2019

WAMENA  – Sebagai komitmen pemeritah daerah bersama selur...

09 Maret 2019

WAMENA   – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya kembali m...

09 Maret 2019

WAMENA – Guna meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat...

09 Maret 2019

WAMENA  – Mencegah penyebaran penyakit cacingan, Dinas Ke...

05 Maret 2019

WAMENA  – Guna meningkatkan pelayanan kesehatan di wilaya...