22

ASN Dibahas Dalam Rakornis Kepegawaian Se Papua Di Wamena

| 22 September 2014

 Wamena - Penyelenggaraan Rapat Kordinasi Teknis (Rakornis) kepegawaian mempunyai makna yang sangat strategis dalam mengevaluasi kinerja terhadap pelaksanaan berbagai program manajemen kepegawaian terhadap pelaksanaan berbagai program manajemen kepegawaian dibawah payung UU Otsus No. 21 Tahun 2001.

Demikian sambutan tertulis Gubernur Propinsi Papua Lukas Enembe, S.IP yang di bacakan Bupati Kabupaten Jayawijaya Wempi Wetipo, SH, MH ketika membuka secara resmi, rakornis Bidang Kepegawaian dalam rangka pemberlakuan UU No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, di Gedung Pertemuan Ukumiarek Asso, yang diikuti peserta dari Kabupaten/Kota se- Provinsi Papua yang berlangsung selama dua hari (17-18/9-2014).
Dalam sambutan yang lain dikatakan, dengan diterapkannya UU Otonomi khusus bagi Provinsi Papua memiliki makna yang begitu mendalam bagi rakyat di tanah Papua, yang mana pembangunan sumber daya manusia di tanah Papua menjadi prioritas utama. “Oleh karena itu UU Otonomi khusus bagi Provinsi Papua mutlak diabdikan untuk kepentingan yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan, kemandirian, keberdayaan, ketentraman dan kemakmuran masyrakat di Tanah Papua pada umumnya,” tegas Wempi.
Disamping hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai, tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar masyarakat kita pada saat ini masih berada dalam keadaan yang memprihatinkan, walaupun pelaksanaan pembangunan di Provinsi Papua telah berjalan selama lebih dari Empat decade,” ujarnya.
Hal ini mengindikasikan bahwa manajemen pembangunan khususnya dan manajemen pemerintahan pada umumnya masih perlu disempurnakan, agar benar-benar mampu menyentuh kepentingan rakyat. “Peranan pemerintah lebih dominan dalam menciptakan keseimbangan antara peranan pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya pengembangan pola kemitraan dalam reformasi manajemen kepegawaian hendaknya diarahkan kepada visi dan misi organisasi sehingga dapat dihasilkan pengelolaan administrasi kepegawaian yang efektif, efisien dan akuntabel, bukannnya menghabiskan anggaran karena sudah diplafonkan.
Lebih jauh dikatakan, dalam penyerlenggaraan pemerintahan dengan system berbasis kinerja yang telah diterapkan di Propinsi Papua, pertanggungjawabannya menjadi lebih jelas karena setiap apa yang dikerjakan akan diukur keberhasilannya berdasarkan Good Gorvernance yang dapat dicapai dengan melakukan pembaharuan terhadap organisasi yang meliputi system, strategi, struktur, skill dan gaya kepemimpinan.
Gubernur juga berharap, dengan diselenggarakannya kegiatan rakornis kepegawaian tingkat Propinsi Papua, para peserta dapat menyerap ilmu yang diberikan oleh para instruktur tentang penerapan pola kepegawaian berbasis professional sebagaimana diamanatkan dalam UU No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan mampu mengeimplementasikan visi dan misi gubernur, Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” tandasnya.

 

 

 


Komentar  (0)


Silahkan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar

Jika belum terdaftar silahkan Registrasi terlebih dahulu

Atau gunakan akun google anda untuk registrasi

Berita terakhir

07 Maret 2019

WAMENA - Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, pada tahun 2019 ini akan m...

09 Maret 2019

WAMENA  – Sebagai komitmen pemeritah daerah bersama selur...

09 Maret 2019

WAMENA   – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya kembali m...

09 Maret 2019

WAMENA – Guna meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat...

09 Maret 2019

WAMENA  – Mencegah penyebaran penyakit cacingan, Dinas Ke...

05 Maret 2019

WAMENA  – Guna meningkatkan pelayanan kesehatan di wilaya...