11

Belanja Pegawai Tinggi Tidak Sebanding Dengan Kinerja Pns

| 11 Agustus 2014

   Wamena  - Para Pencari Kerja (PENCAKER)  kategori dua (K2)  di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang saat ini melakukan pemberkasan ulang nampaknya harus bersabar lagi, pasalnya dari 400 lebih tenaga honorer yang namanya telah keluar  tersebut,  sebagian besar justru tidak melaksanakan kewajibannya sebagai tenaga honorer di kantor dan mereka lebih banyak beraktivitas  di daerah lain.

Demikian di sampaikan Bupati Kabupaten Jayawijaya. Wempi Wetipo. SH. MH, saat memimpin apel pagi di Halaman Kantor Bupati Wamena (Senin (11/8). Dikatakan dari empat ratus lebih  nama-nama tenaga honorer yang diumumkan  paling banyak mereka yang tidak aktif bekerja sebagai honorer di kantor.    Sebaliknya, yang aktif bekerja di kantor justru namanya tidak keluar, hal ini sangat tidak adil.
Wempi menegaskan bahwa, akan mengevaluasi kembali  nama-nama tersebut baik di bagian, kantor, dinas atau badan. Apakah memang benar selama ini mereka melaksanakan tugasnya  sebagai tenaga honorer dengan baik dan rajin di kantor tempat mereka  bekerja atau hanya membayar saja. Pasalnya ada yang tinggal di daerah lain seperti Makassar dan Jayapura namun namanya turut diumumkan, ujarnya. 
Bupati menambahkan,” Kita akan cek lagi walau saat ini mereka sudah lakukan pemberkasan, hal ini juga akan  berdampak pada kinerja nantinya setelah jadi PNS, apakah nantinya dapat melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan baik atau tidak, karena belanja pegawai sangat tinggi tidak sebanding dengan kinerja hal ini akan menghambat pembangunan”.
Bupati Wempi juga menambahkan, tahun 2015 nantinya insentif pegawai akan dirubah menjadi biaya lauk pauk dan semuanya itu akan dihitung dari kerajinan dan dibayarkan setiap hari termasuk absensi elektronik yang saat ini dipakai akan dipertimbangkan lagi apakah akan diteruskan atau tidak.
Mengapa, karena pada saat pembayaran insentif antara pegawai yang malas masuk berbulan-bulan insentifnya dibayar sama banyak dengan yang aktif.  Hal ini sangat tidak adil, mungkin dikarenakan ada ancaman atau hal lain, sehingga dirinya berpesan kalau pegawai yang malas tidak perlu diberikan insentif.
Kedepannya bagi para kepala dinas, badan, kantor juga akan diberikan beban kerja termasuk,  SATPOL PP yang selama ini aktif karena pada saat lbur mereka masuk kerja namun tambahan  penghasilan tidak ada.  Kami berkomitmen khusus bagi SATPOL yang bekerja di luar jam kerja akan di perhitungkan penambahan penghasilan.

 

 

 


Komentar  (0)


Silahkan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar

Jika belum terdaftar silahkan Registrasi terlebih dahulu

Atau gunakan akun google anda untuk registrasi

Berita terakhir

07 Maret 2019

WAMENA - Pemerintah Kabupaten Jayawijaya terus menunjukan bukti Pela...

07 Maret 2019

WAMENA - Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, pada tahun 2019 ini akan m...

09 Maret 2019

WAMENA  – Sebagai komitmen pemeritah daerah bersama selur...

09 Maret 2019

WAMENA   – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya kembali m...

09 Maret 2019

WAMENA – Guna meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat...

09 Maret 2019

WAMENA  – Mencegah penyebaran penyakit cacingan, Dinas Ke...