04 Mar

Bersekutu, Bersaksi Dan Melayani Kunci Utama Pelayanan Iman Bagi Kaum Wanita

| 04 Maret 2015

 WAMENA - Pekan Penyegaraan Rohani (PPR) merupakan sarana yang baik untuk menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan Wanita Gereja Pentakosta Di Indonesia (GPDI), selain itu juga  dapat mempersatukan dan melayani sesama khususnya didalam keluarga yaitu suami dan anak agar menjadi wanita yang diurapi dan selanjutnya dapat memenangi jiwa-jiwa bagi kemuliaan Tuhan.
Demikian  sambutan tertulis Bupati Jayawijaya yang diwakili Asisten Bidang Administrasi Umum Gaad Piranid Tabuni. SP, MM saat membuka resmi kegiatan Pekan Penyegaran Rohani Pelayanan Wanita Pentakosta GPDI Papua Wilayah 1 selama empat hari (3-6/3) di Gereja EL Shadai Wamena Selasa (3/3).

Dikatakan, melalui  PPR dapat lebih meningkatkan persatuan yang sesungguhnya bagi kaum Wanita GPDI, dalam memajukan Gereja sesuai dengan tiga peran penting sebagai seorang kristen yaitu,bersekutu, bersaksi dan melayani.
Pemerintah  daerah sendiri memberikan apresiasi   dan penghargaan yang tinggi terhadap pelayanan wanita pentakosta  (Pelwap) GPDI yang telah diberikan kepercayaan sebagai tuan Rumah penyelenggaraan PPR tahun 2015.
Dengan semangat yang luar biasa untuk mengembangkan potensi kaum wanita dalam pelayanan, wanita GPDI yang ada di Papua akan hadir di Wamena. “Wamena adalah daerah yang unik, sulit dan terisolir di Papua karena segala sesuatu didatangkan dengan pesawat udara namun hal itu bukan menjadi penghambat dan menyurutkan langkah semangat orang untuk bisa memberikan pelayanan  ditempat ini,” tegas Gaad Tabuni.
Kabupaten Jayawijaya atau Wamena pertama kali mengenal dunia luar melalui para misionaris  atau melalui Agama sebelum ada pemerintahan sejak tanggal 20 April 56 tahun lalu, sehingga orang lebih mengenal Gereja,
Melalui pergumulan yang cukup lama, sejak 20 April 1956 yang lalu masyarakat Jayawijaya yang mulai mengenal Tuhan melalui misi zending misionaris akhirnya menerima sepenuhnya Injil sebagai agama yang baru dan meninggalkan agama nenek moyang. “Pergumulan itu harus dilakukan secara terus menerus dengan melayani masyarakat yang ada di balik gunung dan lembah tanpa rasa kenal lelah dan putus asa,” ujarnya.
“Benih yang sudah kita tabur, kebajikan yang sudah kita tanam, yakin dan percaya suatu saat kita akan tuai dan rasakan kebahagiannya dalam hidup kita,” ujar Gaad Tabuni bijak.
“Di era globalisasi dan informasi yang tidak ada batasnya saat ini, wanita GPDI mampu menentukan sikap untuk menghadapi tantangan yang besar seperti pencurian, penodongan, miras dan tindak criminal lainnya serta penyakit menular seksual HIV/AIDS yang belakangan semakin meningkat,” ujarnya.
Menurutnya selain mendapat perhatian dari Gabungan Organisai Wanita (GOW), TP PKK maupun Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB, tiindak kriminal yang kian meningkat dimasyarakat akhir-akhir ini harus lebih mendapat perhatian serius dari berbagai pihak dan kaum wanita GPDI itu sendiri.
“Tidak ada lagi batasan antara laki-laki dan perempuan  yang lebih dikenal dengan istilah gender, namun hal itu harus dilihat bahwa wanita juga harus tetap melayani suami sebagai kodratnya, satu hal yang dapat membedakan wanita  bisa melahirkan namun pria tidak,” ujar Gaad Tabuni yang disambut peserta PPR dengan gelak tawa.
Gereja memanggil untuk, bersekutu, melayani dan bersaksi khsusunya bagi kaum wanita yang sering gosip, supaya tidak menggosipkan hal-hal yang tidak bermanfaat namun bila gosip itu mengenai pelayanan Tuhan justru wajib diperbincangkan dan dibuktikan dengan perbuatan,” ujarnya.
Untuk diketahui tema PPR kali ini adalah menjadi wanita yang diurapi untuk bersaksi bersekutu, serta melayani Tuhan dan sesama diikuti sekitar 700 orang peserta se Papua dan pembukaan PPR ditandai dengan pemukulan tifa oleh Gaad Tabuni serta penyematan tanda peserta oleh pendeta Roberth Dawir kepada perwakilan peserta PPR.

 

 

 


Komentar  (0)


Silahkan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar

Jika belum terdaftar silahkan Registrasi terlebih dahulu

Atau gunakan akun google anda untuk registrasi

Berita terakhir

07 Maret 2019

WAMENA - Pemerintah Kabupaten Jayawijaya terus menunjukan bukti Pela...

07 Maret 2019

WAMENA - Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, pada tahun 2019 ini akan m...

09 Maret 2019

WAMENA  – Sebagai komitmen pemeritah daerah bersama selur...

09 Maret 2019

WAMENA   – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya kembali m...

09 Maret 2019

WAMENA – Guna meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat...

09 Maret 2019

WAMENA  – Mencegah penyebaran penyakit cacingan, Dinas Ke...