01 Des

Angka HIV/AIDS Di Jayawijaya Tembus 4.700 Orang

| 01 Desember 2014

 Wamena - Pada momentum peringatan hari AIDS ini dapat saya sampaikan bahwa program penanggulangan HIV/AIDS telah dilaksanakan dengan mengikuti arah, kebijakan dan strategis aksi nasional sejak tahun 2010-2014 akan terus dilaksanakan. Demikian Sambutan Bupati Jayawijaya Wempi Wetipo. SH. MH yang diwakili Sekretaris Daerah Yohanes Walilo. S.Sos. M.Si. saat memeperingati Hari AIDS sedunia yang di gelar di halaman kantor Bupati Wamena Senin (01/12).

Secara Nasional pemerintah menunjuk kementerian hukum dan ham sebagai anggota komisi penaggulangan AIDS Nasional, untuk mendorong partisipasi aktif seluruh stakeholder dalam melakukan upaya pencegahan HIV/AIDS di Indonesia khususnya di kabupaten Jayawijaya.
Tema peringatan hari AIDS Tahun 2014 ini adalah, cegah dan lindungi diri, keluarga dan masyarakat dari bahaya HIV. Tema ini mengandung arti bahwa semua stakeholder harus mencegah dan melindungi diri, keluarga dan masyarakat dari HIV/AIDS . “Hal ini menjadi tanggung jawab kita sebagai pemerintah tetapi juga sebagai masyrakat yang peduli akan bahaya AIDS,” tegas Walilo.
Menurutnya yang dihadapi saat ini, dari survey yang telah dilakukan oleh para ahli dan dikembangkan oleh berbagai lembaga, sampai saat ini belum mendapatkan metode atau cara pengobatan yang tepat. “Penelitian itu terus dilakukan untuk mendapatkan obatnya,” ujarnya.
Pada kesempatan itu Walilo juga mengajak seluruh masyarakat yang peduli dengan kesehatan terutama masalah HIV dan AIDS menjadi masalah yang perlu dikaji  lebih mendalam dan jika dilihat dari angka kasus tahun 2014  di Kabupaten Jayawijaya sudah mencapai angka 4.700 orang. “Capaian kasus ini sangat memprihatinkan, oleh karenanya kita harus berusaha keras untuk menekan angka ini melalui berbagai upaya pencegahan penaggulangan,” ungkapnya.
Menurutnya dalam penanganan dan pencegahan penularan HIV/AIDS telah tertinggal, bila dibandingkan dengan korban yang mulai berjatuhan baik yang telah diketahui ataupun yang belum diketahui, untuk itu pihaknya mengajak seluruh lembaga, baik pemerintah maupun swasta di pegunungan tengah agar dapar belajar dari keterlambatan kita dengan belajar dari daerah lain yang telah lebih awal menyelenggarakan penaggulangan bahaya HIV/AIDS.
Menyikapi situasi ini diperlukan banyak metode baik dalam informasi, sosialisasi bahkan penelitian yang tepat dalam mengatasi penyebaran Virus HIV ditengah masyarakat. “Saya juga mengajak para relawan yayasan, organisasi sosial, masyarakat, gereja, yang peduli yang bergerak dibidang pengembangan program pencegahan HIV/AIDS di Jayawijaya agar dapat berpartisipasi dalam mensosiaklisasikan bahaya HIV/ AIDS dan mendorong  kesadaran masyarakat agar dapat memeriksa kesehatannya secara teratur dari resiko HIV,” tandasnya.

 

 

 


Komentar  (0)


Silahkan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar

Jika belum terdaftar silahkan Registrasi terlebih dahulu

Atau gunakan akun google anda untuk registrasi

Berita terakhir

07 Maret 2019

WAMENA - Pemerintah Kabupaten Jayawijaya terus menunjukan bukti Pela...

07 Maret 2019

WAMENA - Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, pada tahun 2019 ini akan m...

09 Maret 2019

WAMENA  – Sebagai komitmen pemeritah daerah bersama selur...

09 Maret 2019

WAMENA   – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya kembali m...

09 Maret 2019

WAMENA – Guna meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat...

09 Maret 2019

WAMENA  – Mencegah penyebaran penyakit cacingan, Dinas Ke...