16

Guru SD,TK dan PAUD Latih Metode Calistung

| 16 Agustus 2016

WAMENA(HPP) – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Pengajaran menggelar pelatihan kurikulum Baca Tulis dan Menghitung (Calistung) bagi para tenaga pengajar di tingkat PAUD,TK,dan SD. Pelatihan ini bertujuan untuk mengajarkan kepada para guru tentang metode belajar yang baik yang mudah diterapkan kepada para anak didik, sekalipun guru tersebut tidak memiliki latar belakang pendidikan sebagai seorang pengajar.


Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Bappeda, senin (15/8) ini, diikuti para guru dan berbagai stakeholder yang berkecimpung dibidang pendidikan, mulai dari LSM hingga lembaga pemerintah, baik provinsi maupun daerah. ‘Ini merupakan hasil kerja dari Pengembangan metodologi pendidikan di tingkat PAUD,TK, dan SD, dan sudah dikembangkan sejak tahun 2013 hingga sekarang. Metodologi ini disiapkan untuk melatih guru dan metodologi ini sangat bagus, karena dapat membantu guru yang tidak memiliki ketrampilan yang baik untuk mengajarkan anak agara bisa membaca,menulis, dan berhitung,”ungkap Asisten II Gaad P.Tabuni saat membuka kegiatan pelatihan tersebut.
Oleh karena itu metodologi yang telah disusun secara tertata ini diharapkan dapat dipelajari dengan baik sehingga kedepan dapat diterapkan oleh para guru kepada para murid. Dengan itu maka para anak didik dapat dengan mudah menangkap apa yang disampaikan oleh guru. Sementara itu, Ny.Yustina Yeni Banua, selaku Bunda PAUD Jayawijaya, sangat mendukung penuh penerapan metode calistung ini dan berharap dengan metode ini para guru lebih mudah dalam mendidik murid. “Disini kami dipercayakan untuk mendampingi dimana nanti ada sekolah-sekolah paud yang dibentuk dalam pembelanjarannya tentunya akan kami selalu damping, dan kegiatan ini sangat positif sekali karena melalui metode ini guru dapat dengan cepat membantu motoric anak untuk menjadi lebih cerdas,”ungkap Ny.Yustina.
Pada kesempatan yang sama Rossa Hans, konsultan Pendidikan Jayawijaya, mengatakan bahwa metode ini sangat sederhana sehingga akan sangat mudah dipahami oleh para guru, karena disusun dengan cara sederhana. Buku dipakai nantinyapara guru tidak harus ada rencana pembelajarannya,aktifitas,alat peraga,cerita anak,serta evaluasi sehingga guru hanya tinggal memilih metode apa yang akan digunakan untuk mengajar. Karena menurutnya disini tidak terlalu banyak buku untuk anak-anak untuk bisa mengerti dengan membaca sendiri.

Sumber : Harian Pagi Papua


Komentar  (0)


Silahkan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar

Jika belum terdaftar silahkan Registrasi terlebih dahulu

Atau gunakan akun google anda untuk registrasi

Berita terakhir

24 September 2017

Wamena – Menyambut tahun baru Islam 1 Muharra...

19 September 2017

WAMENA  – Kesetaraan Gender sebagai salah satu langkah un...

19 September 2017

Wamena  – Perhatian Pemerintah Pusat terhadap masyarakat ...

19 September 2017

WAMENA  – Bupati Jayawijaya Wempi Wetipo, SH, MH yang diw...

09 September 2017

Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya terus berbenah diri d...

26 Agustus 2017

WAMENA  – Minat wisatawan domestik dan wisatawan mancaneg...