06 Jun

Di Wamena Seribu Lebih Anak Hidup Diluar Orangtua

| 06 Juni 2016

Wamena - Kegiatan sosialisasi kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, yang melibatkan sebanyak 70 orang, yang terdiri dari anak-anak yang berasal dari dedominasi gereja yang tergabung dalam komunitas anak-anak  putus sekolah, yang  berlangsung  di Hotel Nayak selama dua hari 4-5 Juni yang dibuka secara resmi oleh Asisten II Sekda Kabupaten Jayawijaya Gaad Piranid Tabuni, SP. MM.

Ada tiga  hal yang  mempunyai peranan sangat penting  dalam menjaga hubungan keluarga  yang baik, seperti perlindungan  KB (Keluarga Berencana), Perlindungan Anak, dan Perlindungan Perempuan. KB yaitu merencanakan kualitas pertumbuhan Anak diawali dari pertumbuhan sampai pada masa sekolah namun yang terjadi seperti, tidak ada perlindungan bagi pertumbuhannya sehingga kehidupannya tidak pasti dalam keluarganya karena perlakuan orang tua dengan mengusir sehingga menjadi terlantar. Sedangkan perlindungan bagi  perempuan yaitu pada Gender yaitu antara perempuan dan laki-laki ada kesetaraan.

Antara perempuan dan laki-laki ada perbedaan  seperti laki-laki tidak bisa melahirkan, dan mengasuh anak, sedangkan perempuan tidak bisa menjadi kepala rumah tangga.oleh karena itu pentingnya kebersamaan saling pengertian antara laki-laki dan perempuam mengetahui fungsi masing-masing dalam tugas dan kepercayaan yang telah ada karena sudah menjadi takdir dan sama-sama adalah ciptaan Tuhan.

Di wamena sendiri ada 1000 (seribu) lebih Anak-anak yang hidup diluar orang tua sehingga dengan kegiatan sosialisasi ini tentunya dapat menggali pola pikir untuk dapat merubah dan membentuk  karakter sebagai Anak yang mampu dan bisa berkarya bagi kehidupannya dan orang banyak disekellilingnya.

Sementara itu Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB kabupaten Jayawijaya. Ribka Haluk S,Sos.MM, menambahkan bahwa  dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB sendiri akan melakukan kerjasama dengan LSM seperti Oikonomos, untuk pembinaan ketrampilan khususnya bagi perempuandengan menjahit, tataboga, menganyam, membatik, serta ketrampilan Komputer. Selain itu untuk laki-laki, seperti bidang pertukangan, membuat meja, kursi, bengkel las, computer serta pertanian sehingga dengan ketrampilan yang didapat nantinya akan menjadi bekal untuk masa depan mereka secara jangka panjang.” katanya.

Kami melatih mereka mulai dari anak-anak yang umur 12 Tahun sampai 15 Tahun dan saat masa keemasan mereka juga dapat menikmatinya. Untuk itu dengan kegiatan ini, intinya mereka bisa mendapatkan output dan input, agar terpacuh dalam merubah kehidupan yang tadinya tidak ada harapan menjadi harapan, dan semuanya itu butuh kebersamaan dan kerjasama baik pemerintah, swasta, LSM maupun masyarakat luas.(Titus)

 


Komentar  (0)


Silahkan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar

Jika belum terdaftar silahkan Registrasi terlebih dahulu

Atau gunakan akun google anda untuk registrasi

Berita terakhir

01 November 2017

WAMENA - Sebanyak 39 dari 40 distrik di Kabupaten Jayawijaya, belum terjangkau internet, demikian...

01 November 2017

WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menggelar pertemuan bersama Tim Ciber Pungli yang ...

01 November 2017


WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya kembali menerima penilaian tertinggi LKPD at...

01 November 2017

WAMENA – Kepala Kantor Seksi Logistik Perum Bulog Wamena Ahmad...

24 September 2017

Wamena – Menyambut tahun baru Islam 1 Muharra...

19 September 2017

WAMENA  – Kesetaraan Gender sebagai salah satu langkah un...