17 Okt

Master Plan Bandar Udara Wamena Dibahas Harus Rampung 100%

| 17 Oktober 2014

 Wamena – Runway atau lebih dikenal landasan pacu yang menjadi prioritas utama digunakan pesawat udara untuk mendarat ataupun terbang menjadi perhatian serius orang nomer 1 di Jayawijaya. Hal itu terungkap dalam pertemuan yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Pihak Bandara Wamena dan PT. Portal Enginering Perkasa, yang berloangsung di aula rapat Bappeda Jumat (17/10).

Dalam pertemuan tersebut dibahas tentang master plan bandara Wamena meliputi perluasan areal bandara, pergeseran lokasi dan penataan kembali ruang kedatangan, gudang kargo dan perluasan lapangan terbang yang akan menjadi dua jalur.
Bupati Jayawijaya Wempi Wetipo SH, MH selaku pimpinan rapat mengatakan bahwa setelah dirinya dan wakil bupati dilantik tahun 2009 lalu, pihaknya telah memperjuangkan di kementerian Perhubungan untuk menata kembali keberadaan bandar udara Wamena yang terbakar beberapa tahun lalu.
Kementrian Perhubungan sudah menawarkan masterplannya dan pemerintah sendiri meminta masterplan pembangunannya secara keseluruhan, mengenai landasan pacu pesawat, Pemerintah daerah sudah memperpanjang  sekitar 300 meter. “Saat ini yang kita lakukan adalah membahas komitmen untuk bekerja sama,” ujar Wempi.
Menurutnya, Wamena sebagai daerah penyangga mobilitas pembangunan di Pegunungan Tengah wajib dilakukan pembangunan bandar udara secara keseluruhan. “Saya mengharapkan pihak kementerian perhubungan serius dalam menangani permasalahan ini, tidak ada alasan lagi untuk tidak membangun bandar udara Wamena,” tegas Wempi. “Yang saya maksudkan serius disini adalah tidak membangun setengah-setengah tapi harus membangun secara keseluruhan,” tegas Wempi lagi.
Menurutnya, sebelum masa jabatan bupati dan wakil yang tinggal 4 tahun lagi berakhir  Wempi berharap agar pembangunan bandar udara secara keseluruhan dapat rampung 100%. “Kalau pembangunan bandar udara itu rampung 100% itu adalah keberhasilan dari semua pihak bukan bupati dan wakil bupati saja,”terangnya.
Dengan pengembangan bandar udara Wamena  Wempi mengharapkan kedepannya Slogtime bisa dari Wamena karena di Jayapura sendiri slogtimenya sangat padat. “Oleh karena itu slog time dapat diatur dan dibagi ke beberapa kabupaten seperti Timika, Merauke atau Biak,” ujarnya.
Dari hasil rapat tersebut terdapat enam kesimpulan, salah satunya adalah, dibutuhkan perluasan  lahan bandara untuk keperluan fasilitas bandara dan pembebasan lahan 39 Ha. Semua itu berdampak pada sosial ekonomi masyarakat yang wilayahnya terkena pembebasan lahan.
“Hal ini akan dilakukan sosialisasi secara terus menerus dan melakukan pendekatan kepada masyarakat sehingga tidak terjadi gesekan,” ujarnya. Infrastruktur penunjang akan dipersiapkan lebih matang sebagai stimulus meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal, juga kelengkapan administrasi amdal akan disiapkan,” imbuhnya.

 

 

 


Komentar  (0)


Silahkan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar

Jika belum terdaftar silahkan Registrasi terlebih dahulu

Atau gunakan akun google anda untuk registrasi

Berita terakhir

07 Maret 2019

WAMENA - Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, pada tahun 2019 ini akan m...

09 Maret 2019

WAMENA  – Sebagai komitmen pemeritah daerah bersama selur...

09 Maret 2019

WAMENA   – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya kembali m...

09 Maret 2019

WAMENA – Guna meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat...

09 Maret 2019

WAMENA  – Mencegah penyebaran penyakit cacingan, Dinas Ke...

05 Maret 2019

WAMENA  – Guna meningkatkan pelayanan kesehatan di wilaya...